Shopee Indonesia menyelenggarakan pelatihan keterampilan digital bagi puluhan kurir perempuan serta istri dan keluarga mitra logistik pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan bertajuk 'Siap Bersaing di Era Perubahan bersama Mitra Logistik' ini bertujuan membuka peluang penghasilan tambahan melalui ekosistem e-commerce.
Kolaborasi ini melibatkan lima mitra logistik utama, yakni JNE, SiCepat, Anteraja, Pos Indonesia, dan SPX Express. Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh potensi besar nilai ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$100 miliar pada tahun 2025 menurut laporan E-Conomy SEA 2025.
Berdasarkan riset Populix bertajuk Affiliate Insights, dilansir dari Detik Finance, sekitar 67 persen responden telah berhasil memperoleh penghasilan tambahan melalui program afiliasi e-commerce. Shopee memanfaatkan momentum ini untuk memberikan pembekalan praktis mengenai cara berjualan dan pemanfaatan fitur afiliasi.
"Semangat Kartini kami wujudkan melalui langkah nyata dengan membuka akses pelatihan, pendampingan, dan peluang penghasilan bagi perempuan di ekosistem Shopee," kata Daniel Minardi, Director of Business Partnership Shopee Indonesia.
Daniel menambahkan bahwa kemitraan dengan perusahaan logistik ini memastikan para peserta mampu memahami dasar digital dan langsung memulai usaha. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru yang berkontribusi pada ketahanan ekonomi keluarga para kurir.
Para peserta mendapatkan materi dari pengajar Kampus UMKM Shopee yang telah memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Materi yang diberikan mencakup strategi pembuatan konten untuk program afiliasi hingga pengelolaan operasional sebagai Mitra Shopee.
Novia Rahmadani, seorang kurir perempuan dari Pos Indonesia, menyatakan bahwa pelatihan ini membantunya memahami cara meningkatkan performa sebagai kreator konten. Ia berencana untuk lebih konsisten membagikan tautan produk dan melakukan evaluasi mandiri terhadap kinerjanya di platform tersebut.
Program Shopee Affiliate yang telah berjalan sejak akhir 2019 kini telah merangkul belasan juta kreator di seluruh Indonesia. Dengan modal ponsel dan kuota internet, anggota keluarga kurir kini didorong untuk mengoptimalkan akses ekonomi digital yang semakin inklusif.