Astronot Artemis II Selesaikan Pelatihan Fotografi Khusus Sebelum Misi

Awak misi Artemis II jalani pelatihan fotografi 20 jam dan gunakan kamera Nikon D5 serta iPhone 17 Pro Max untuk dokumentasi Bulan.

Empat astronot misi Artemis II berhasil menyelesaikan serangkaian dokumentasi visual dari perjalanan 10 hari menuju Bulan setelah melewati pelatihan fotografi intensif. Dilansir dari Detik iNET pada Jumat (17/4/2026), keberhasilan pengambilan gambar tersebut didukung oleh persiapan teknis selama puluhan jam sebelum peluncuran dilakukan.

Pelatih fotografi NASA, Paul Reichert dan Katrina Willoughby, memberikan instruksi khusus selama kurang lebih 20 jam kepada para awak. Pelatihan ini mencakup simulasi pengambilan gambar di dalam maket kapsul Orion yang dilengkapi replika Bulan raksasa dalam kondisi gelap total.

Sebelum terpilih untuk misi spesifik, setiap kandidat astronot NASA diwajibkan mengikuti pelatihan dasar fotografi selama 4 hingga 6 jam. Setelah resmi ditunjuk, intensitas pelatihan meningkat melalui 10 kelas tambahan guna memastikan kualitas dokumentasi memenuhi standar ilmiah badan antariksa tersebut.

"Kebanyakan orang bisa menggunakan kamera dan mengambil foto yang cukup bagus, tapi cukup bagus saja bukanlah yang kita cari secara ilmiah," kata Willoughby, pelatih fotografi lulusan Rochester Institute of Technology.

Dalam menjalankan misi ini, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dibekali perangkat kamera profesional. Perangkat utama yang digunakan adalah Nikon D5, kamera DSLR keluaran 2016 yang telah teruji tahan terhadap radiasi ekstrem di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Selain kamera DSLR, tim Artemis II membawa kamera mirrorless Nikon Z9 serta variasi lensa zoom 14-24mm dan 80-400mm. Teknologi digital memungkinkan para astronot meninjau hasil jepretan secara instan, berbeda dengan misi Apollo yang masih menggunakan proses cuci cetak film.

Penggunaan perangkat compact seperti iPhone 17 Pro Max juga dilakukan untuk mempermudah pergerakan di dalam kabin yang sempit. Namun, ukuran file digital yang sangat besar sempat menimbulkan kendala teknis dalam proses pengiriman data kembali ke Bumi.

Keterbatasan bandwidth menjadi tantangan utama karena besarnya data foto dan video yang dihasilkan tidak sebanding dengan kecepatan transmisi sinyal dari ruang angkasa. Selain kamera genggam, bagian luar kapsul Orion juga dipasangi beberapa kamera GoPro untuk menyediakan tayangan langsung bagi penonton di Bumi.

Recommended