Sebanyak 123 guru dari 101 Sekolah Dasar (SD) di Kota Pekanbaru mengikuti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI) pada 4 hingga 6 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkecil celah antara kebijakan kurikulum dengan implementasi teknis di dalam kelas.
Program yang diselenggarakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (Unri) bersama Rumah Edukasi ini menitikberatkan pada kesiapan tenaga pendidik. Berdasarkan data yang dilansir dari Medcom, pelatihan ini fokus pada penguasaan materi deep learning yang aplikatif bagi siswa tingkat dasar.
Ketua tim pengabdian, Neni Hermita, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul karena banyak guru yang mengetahui kebijakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) namun belum mampu menerapkannya. Pihaknya berupaya mendorong transformasi dari sekadar pemahaman teoretis menjadi kemampuan praktik nyata.
"Selama ini banyak guru sudah mengenal KKA, tetapi belum sampai pada tahap implementasi. Kami ingin mendorong perubahan nyata, dari memahami menjadi mampu menerapkan dalam pembelajaran sehari-hari," kata Neni Hermita, Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat Unri.
Metode yang diajarkan menggunakan pendekatan koding unplugged, yaitu cara belajar pemrograman tanpa harus selalu bergantung pada perangkat komputer. Guru memanfaatkan lembar kerja, kartu algoritma, dan penyelesaian masalah kontekstual untuk membangun kerangka berpikir logis pada siswa.
Selain metode tanpa komputer, para peserta juga mempelajari penggunaan platform Teachable Machine untuk mengenalkan AI sederhana. Alat ini memungkinkan guru membuat model pengenalan gambar dan suara secara mudah tanpa memerlukan keahlian pemrograman tingkat lanjut.
Data evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sebelum pelatihan hanya 25 persen guru yang memahami koding sebagai pola pikir. Setelah kegiatan berakhir, 70 persen peserta mampu merancang materi koding dan 90 persen berhasil menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang siap pakai.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengapresiasi langkah inovatif ini sebagai momentum Hari Pendidikan Nasional. Ia menekankan bahwa koding harus dipahami sebagai sarana melatih logika anak, bukan sekadar keterampilan teknis semata.
Rencana tindak lanjut dari pelatihan ini mencakup pendampingan berkelanjutan melalui forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Langkah tersebut diambil untuk memastikan praktik pembelajaran koding dan AI dapat menyebar secara konsisten ke seluruh sekolah di wilayah Pekanbaru.