Pemerintah Kaji Pembangunan Jalur Ganda Kereta Bekasi hingga Cikarang

Menko Infrastruktur AHY mengkaji pembangunan Double-Double Track Bekasi-Cikarang demi pemisahan jalur KA jarak jauh dan KRL usai insiden Stasiun Bekasi.

Pemerintah tengah mematangkan rencana pembangunan jalur ganda dua arah atau Double-Double Track (DDT) rute Bekasi hingga Cikarang pada Selasa (12/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas evaluasi keselamatan setelah terjadinya kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa proyek ini bertujuan memisahkan lintasan kereta api jarak jauh berkecepatan tinggi dengan layanan KRL Commuter Line. Saat ini, jalur ganda tersebut baru beroperasi dari Stasiun Manggarai sampai Stasiun Bekasi.

Dilansir dari Detik Finance, pembahasan mengenai perluasan jalur tersebut sedang berlangsung secara intensif di tingkat lintas kementerian bersama operator perkeretaapian. Pengembangan ini menjadi prioritas dalam agenda evaluasi menyeluruh sistem transportasi nasional demi meningkatkan efisiensi dan keamanan perjalanan.

"Itu terus menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh. Tentunya nanti Kementerian Perhubungan berada di depan bersama KAI. Dan yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut," kata AHY kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut keterangan AHY, fokus pemerintah tidak hanya terbatas pada pembangunan lintasan baru. Upaya peningkatan kualitas jalur yang sudah ada serta reaktivasi rel-rel yang sudah lama tidak berfungsi juga masuk dalam rencana besar pengembangan transportasi rel di Indonesia.

Selain proyek di Pulau Jawa, pemerintah berencana memperluas jaringan perkeretaapian di wilayah Trans Sumatera, Trans Kalimantan, hingga sebagian Sulawesi. Langkah ini dipandang krusial untuk menciptakan pemerataan pembangunan, mengingat fungsi kereta api sebagai moda angkutan penumpang sekaligus logistik komoditas.

Terkait keamanan perjalanan, pemerintah melaporkan telah menutup sekitar 76 titik perlintasan sebidang yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatera. Sebagai gantinya, akan dilakukan pembangunan infrastruktur pengamanan tambahan untuk menekan risiko kecelakaan di titik-titik rawan.

Program mitigasi risiko tersebut mencakup pembangunan palang pintu kereta baru, jembatan layang (flyover), hingga jalur bawah tanah (underpass). AHY menegaskan bahwa modernisasi sistem persinyalan juga menjadi bagian dari perbaikan sistem kereta api secara berkelanjutan.

Recommended