Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan rencana strategis penguasaan mayoritas kepemilikan sektor pertambangan oleh negara kepada Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Rabu (6/5/2026).
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pendapatan negara melalui penataan ulang perizinan yang selaras dengan implementasi Pasal 33 UUD 1945. Penataan tersebut akan menyasar izin pertambangan eksisting maupun izin baru di masa mendatang.
Dilansir dari Detik Finance, pemerintah bakal menerapkan skema bagi hasil yang serupa dengan sektor minyak dan gas bumi (migas). Skema yang dipertimbangkan mencakup mekanisme cost recovery dan gross split guna membangun kerja sama yang adil dengan pihak swasta.
"Kita membahas tentang penataan tambang ke depan yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara. Itu terkait dengan implementasi daripada Pasal 33," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dalam keterangan tertulisnya.
Bahlil menegaskan bahwa porsi keuntungan untuk negara harus lebih besar dibandingkan perolehan sebelumnya. Melalui penataan konsesi ini, pemerintah membidik keseimbangan pendapatan yang lebih menguntungkan kas negara tanpa mengesampingkan peran investasi swasta.
Selain sektor mineral, pemerintah juga tengah mengkaji transisi energi domestik dengan mengganti penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjadi Compressed Natural Gas (CNG). Kebijakan ini bertujuan untuk menekan angka impor energi dan memaksimalkan sumber daya gas dalam negeri.
Harga CNG diproyeksikan bakal 30 persen lebih murah daripada LPG karena ketersediaan pasokan dan industri pengolahannya berada di dalam negeri. Efisiensi biaya transportasi menjadi faktor utama penurunan harga tersebut dibandingkan LPG yang selama ini didatangkan dari luar negeri.
Pemanfaatan CNG untuk konsumsi masyarakat diperkirakan mampu menghemat devisa negara hingga Rp130 triliun. Langkah ini juga dipandang efektif untuk mengurangi beban subsidi energi nasional secara signifikan dalam jangka panjang.
Terkait teknis penggunaan, pemerintah sedang melakukan uji coba modifikasi tabung LPG 3 kilogram agar mampu menahan tekanan CNG yang mencapai 250 bar. Hasil pengujian standar keamanan tabung tersebut dijadwalkan akan keluar dalam dua hingga tiga bulan mendatang.