Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mempercepat penanganan perkerasan jalan di ruas Tol Jakarta-Tangerang. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai kondisi permukaan jalan yang tengah diperbaiki.
Perbaikan intensif dilakukan sejak 10 Maret 2026 dengan metode Scrapping, Filling, dan Overlay (SFO) serta patching cepat pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera.
Menteri PU RI Dody Hanggodo menyatakan pemerintah memprioritaskan percepatan perbaikan di ruas Tol Jakarta-Tangerang menjelang arus mudik Lebaran.
Penanganan dilakukan bertahap, melalui perbaikan permanen dan sementara, untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Dody menekankan pentingnya pengawasan ketat dan respons cepat terhadap kondisi jalan.
"Saya minta BPJT dan seluruh BUJT tidak ada kompromi dalam penanganan kondisi jalan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang. Lakukan monitoring khusus, percepatan pekerjaan, dan pengecekan berlapis di setiap titik," ujar Dody, dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran, Dody menginstruksikan tim Bina Marga untuk mengaktifkan penilik jalan di setiap ruas, dengan cakupan pemantauan kurang lebih setiap 10 km hingga 30 km atau menyesuaikan kondisi wilayah. Mereka wajib melaporkan kualitas jalan setiap hari sebagai dasar tindakan cepat di lapangan.
Tujuan dari sistem pengawasan tersebut adalah untuk memastikan penanganan dilakukan sejak dini, menurut Dody.
"Dengan sistem ini, preservasi jalan harus dimulai lebih awal, bahkan dari kerusakan paling kecil sekalipun, sehingga tidak berkembang menjadi risiko yang membahayakan pengguna jalan. Sejalan dengan itu, bersama Komisi V DPR RI, kami juga tengah menyempurnakan Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol, khususnya terkait kualitas perkerasan jalan, agar ke depan semakin terukur, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan," kata Dody.
Kepala BPJT Wilan Oktavian menyampaikan bahwa BPJT terus mengawasi penanganan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memastikan pekerjaan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
"Dalam periode H-10 hingga menjelang arus mudik, BPJT melakukan pengawasan intensif terhadap progres penanganan di Ruas Jakarta-Tangerang agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan pengguna jalan," ujar Wilan.
Ruas Tol Jakarta-Tangerang, sebagai jalur utama dari DKI Jakarta menuju Banten dan Sumatera, menjadi prioritas penanganan menjelang periode mudik.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Rivan A Purwantono menyampaikan bahwa perbaikan perkerasan telah dilakukan di sejumlah titik prioritas.
"Sampai dengan 16 Maret 2026, Jasa Marga Group telah melakukan penanganan pada puluhan titik di Ruas Tol Jakarta-Tangerang. Pekerjaan dengan skala konstruksi besar dihentikan sementara menjelang periode mudik untuk menjaga kelancaran lalu lintas, sementara penanganan cepat melalui patching tetap dilaksanakan pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera," ujar Rivan.
Selain perbaikan perkerasan, Jasa Marga juga melakukan pemeliharaan rutin seperti pengecatan marka jalan, perbaikan guardrail, dan peningkatan fasilitas keselamatan lainnya.
Pemerintah menyadari bahwa volume lalu lintas tinggi dan faktor cuaca dapat memengaruhi kondisi permukaan jalan. Oleh karena itu, penanganan dilakukan berkelanjutan, terutama pada titik-titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kementerian PU, BPJT, dan BUJT terus berkoordinasi dan merespons cepat di lapangan untuk memastikan setiap kondisi yang memerlukan penanganan dapat segera ditindaklanjuti.
Pemerintah mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas selama perjalanan mudik.
Pemerintah berkomitmen menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 melalui kolaborasi dan sinergi yang berkelanjutan.