Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mencatat lonjakan pendaftar hingga menyentuh angka 140.000 orang pada Kamis, 23 April 2026, yang memicu persaingan ketat dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun ini.
Lonjakan jumlah pelamar tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan kursi yang terbatas di kampus tersebut. Dilansir dari Medcom, kuota total yang disediakan untuk seluruh jalur masuk hanya berjumlah sekitar 9.800 kursi.
"Total pendaftar bisa mencapai 130 sampai 140 ribu. Kuota kami sekitar 9.800-an untuk semua jalur baik itu SNBP, SNBT maupun mandiri," kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar di Jakarta.
Peningkatan minat calon mahasiswa ini terpantau terus merangkak naik dalam beberapa tahun terakhir. Khusus untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, tren pendaftaran menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Meskipun antusiasme publik meningkat pesat, pihak kampus menegaskan bahwa daya tampung mahasiswa baru tidak dapat ditambah secara signifikan. Kebijakan ini merujuk pada regulasi pemerintah yang membatasi jumlah penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Pembatasan kuota tersebut bertujuan untuk menjaga standar kualitas pendidikan di lingkungan kampus. UNJ berupaya mempertahankan rasio yang ideal antara jumlah dosen dan mahasiswa guna memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), UNJ mengalokasikan porsi sebesar 50 persen untuk penerimaan melalui jalur mandiri. Saat ini, proses seleksi masih terus berjalan untuk menyaring kandidat terbaik dari ratusan ribu pendaftar tersebut.