Sepak bola Italia menghadapi masa sulit setelah tim nasional gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Situasi ini mendorong terjadinya perombakan besar di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), termasuk pengunduran diri sejumlah petinggi.
Di tengah kekosongan kepemimpinan, nama Paolo Maldini, legenda hidup sepak bola Italia, muncul sebagai kandidat kuat untuk posisi Presiden FIGC. Pencalonan Maldini dinilai dapat membawa angin segar dan revolusi baru bagi persepakbolaan di Negeri Pizza tersebut.
Menurut laporan dari media Italia, La Stampa, Paolo Maldini menjadi opsi terdepan untuk menduduki kursi Presiden FIGC. Dukungan terhadap pencalonannya bahkan datang dari Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi. Abodi menaruh harapan besar agar sosok kuat seperti Maldini mampu memimpin perubahan yang dibutuhkan.
FIGC sendiri telah menjadwalkan pemilihan presiden baru pada 22 Juni mendatang. Para calon yang berminat harus mendaftarkan diri setidaknya 40 hari sebelum tanggal pemilihan. Dengan rekam jejak, pengalaman, dan pengaruhnya yang luas, Maldini dianggap sebagai figur ideal untuk memulai era baru sepak bola Italia.
Misi Berat Revitalisasi Sepak Bola Italia
Presiden FIGC yang terpilih nantinya akan mengemban tugas berat. Salah satu prioritas utama adalah melakukan reformasi menyeluruh, khususnya dalam pengembangan pemain muda. Selama ini, Italia dianggap tertinggal dalam menghasilkan talenta muda berkualitas, yang menjadi salah satu penyebab kegagalan di kancah internasional.
Maldini, yang pernah menjabat sebagai direktur teknik di AC Milan, memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya membangun sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan. Kehadirannya diharapkan dapat mengembalikan identitas sepak bola Italia yang dikenal disiplin, solid, dan kompetitif seperti masa kejayaan dahulu.
Tantangan dan Komitmen Maldini
Meski digadang-gadang sebagai kandidat utama, persetujuan dari Paolo Maldini untuk menerima tawaran tersebut belum dapat dipastikan. Maldini dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap AC Milan. Sebelumnya, ia sempat menyatakan bahwa keterlibatannya dalam sepak bola Italia akan terfokus pada klub tersebut.
Maldini sempat menjabat sebagai direktur pengembangan di AC Milan pada tahun 2018-2019, sebelum akhirnya naik posisi menjadi direktur teknik. Kiprahnya di AC Milan berakhir secara tak terduga setelah diberhentikan pada Juni 2023. Kini, kesempatan untuk kembali ke panggung sepak bola dalam peran yang lebih besar terbuka luas. Namun, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Maldini sendiri. Jika ia bersedia menerima tantangan ini, Italia berpotensi memasuki babak baru yang penuh harapan.