Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menanggapi protes resmi yang diajukan manajemen Bhayangkara FC terhadap kinerja wasit usai laga pekan ke-27 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu (11/4/2026) malam. Lemos menegaskan bahwa kemenangan timnya murni berkat strategi permainan yang efektif.
Dilansir dari Bola, Bhayangkara FC merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit Eko Saputra dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah tersebut. Kubu lawan menilai sejumlah keputusan wasit tidak tepat dan telah melayangkan surat protes kepada Komdis PSSI.
Mario Lemos menyatakan bahwa dirinya memiliki prinsip untuk tidak pernah mengomentari kinerja pengadil lapangan selama kariernya. Pelatih asal Portugal itu menekankan kepada para pemainnya untuk tetap fokus pada pertandingan daripada membuang energi dengan melakukan protes berlebihan.
"Saya akan mengatakan yang sejujurnya. Ini yang selalu saya katakan kepada para pemain, saya akan selalu fokus kepada satu hal. Jika kalian melihat saya di pinggir lapangan, saya tidak pernah melakukan protes kepada wasit," kata Mario Lemos, Pelatih Persijap Jepara.
Sikap ini tetap dipertahankan Lemos meski Persijap menjadi salah satu tim dengan koleksi kartu merah terbanyak di kompetisi musim ini. Berdasarkan data pertandingan, Laskar Kalinyamat telah menerima delapan kartu merah, hanya terpaut satu angka dari Arema FC yang mengantongi sembilan kartu merah.
Lemos berpendapat bahwa wasit adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan, sama halnya dengan pelatih atau pemain. Menurutnya, keberadaan teknologi video assistant referee (VAR) di Indonesia saat ini sudah sangat membantu meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit di lapangan.
Kemenangan atas Bhayangkara FC diklaim Lemos sebagai hasil dari kontrol permainan yang baik dan penerapan strategi yang tepat untuk meredam kekuatan tim tamu. Ia membantah anggapan bahwa hasil akhir pertandingan tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar teknis permainan.