Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa Tut Wuri Handayani (TWH) Tahun 2026 pada Selasa (28/4/2026). Program ini menargetkan peningkatan kualifikasi akademik bagi tenaga kependidikan dan pegawai negeri sipil di lingkungan kementerian tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Medcom, inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. Fokus utama program ini terletak pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi para aparatur sipil negara.
Beasiswa TWH 2026 menyediakan durasi pendanaan maksimal 24 bulan untuk jenjang magister dan 48 bulan bagi jenjang doktor. Skema pembiayaan mencakup biaya pendaftaran, uang kuliah tunggal, tunjangan buku, penelitian, tiket transportasi, serta biaya hidup bulanan.
Persyaratan utama pelamar mencakup status PNS aktif di lingkungan Kemdiktisaintek, LLDikti, atau Perguruan Tinggi Negeri dengan penilaian SKP minimal berkategori baik. Batas usia maksimal ditetapkan 47 tahun untuk pelamar magister dan 50 tahun untuk pelamar doktor per 31 Desember 2026.
Kriteria akademis mewajibkan indeks prestasi kumulatif minimal 2,75 bagi lulusan S1 dan 3,00 bagi lulusan S2. Pelamar juga harus melampirkan surat keterangan diterima atau Letter of Acceptance dari perguruan tinggi tujuan yang memiliki akreditasi unggul atau internasional.
Ditjen Dikti menekankan bahwa penerima beasiswa dilarang keras menerima pendanaan ganda dari sumber lain. Pelanggaran terhadap komitmen ini, termasuk kegagalan studi akibat kelalaian, dapat berujung pada sanksi pengembalian seluruh dana ke kas negara.
Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh Direktorat Sumber Daya bersama perguruan tinggi penyelenggara. Proses pendaftaran dan detail informasi teknis dapat diakses melalui laman resmi kementerian guna menjamin transparansi seleksi.