PT BFI Finance Indonesia Tbk berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah tantangan industri pembiayaan yang kompleks sepanjang tahun 2025. Total pendapatan yang diraih mencapai Rp6,7 triliun, meningkat 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan mampu menjaga resiliensi bisnisnya melalui permodalan yang solid dan profil risiko terkendali. Selain itu, kerja sama tim yang kuat serta kepercayaan dari konsumen, investor, dan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor pendukung.
Sepanjang tahun 2025, BFI Finance berhasil membukukan pembiayaan baru senilai Rp21,9 triliun. Nilai ini tumbuh sekitar 9,3% dibandingkan realisasi pembiayaan pada tahun 2024.
Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya menjaga ketahanan bisnis dengan memperkuat kualitas portofolio pembiayaan dan memastikan operasional tetap adaptif terhadap perubahan pasar.
Menurutnya, fondasi permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta pengelolaan risiko yang disiplin menjadi faktor utama yang mendukung stabilitas perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Total aset perusahaan tercatat mencapai Rp25,5 triliun pada akhir 2025, meningkat sekitar 1,4% dibandingkan posisi pada 2024. Peningkatan piutang yang dikelola (managed receivables) sebesar 8,9% secara tahunan menjadi Rp26,3 triliun menjadi pendorong utama pertumbuhan aset.
Pembiayaan modal kerja mendominasi portofolio pembiayaan perusahaan dengan kontribusi sekitar 57,3% dari total piutang dikelola hingga akhir Desember 2025. Pembiayaan investasi menyumbang 17,6%, pembiayaan multiguna 22%, dan pembiayaan berbasis syariah sekitar 3,1%.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp1,581 triliun, tumbuh sekitar 1% dibandingkan tahun sebelumnya. BFI Finance juga mampu menjaga kualitas aset dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) yang relatif rendah.
Per 31 Desember 2025, rasio NPF bruto tercatat sebesar 1,39% dan NPF neto sebesar 0,22%. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata industri pembiayaan yang masing-masing berada di level bruto 2,51% dan neto 0,77% berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Beberapa rasio keuangan utama juga menunjukkan kondisi yang sehat, dengan Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,9%, Return on Equity (ROE) sebesar 14,8%, dan gearing ratio berada di level 1,3 kali.
Sepanjang tahun 2025, BFI Finance telah membagikan dividen sebesar Rp902 miliar untuk tahun buku 2024. Perusahaan juga membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 pada 18 Desember 2025 sebesar Rp35 per saham atau dengan total nilai sekitar Rp520 miliar.
Manajemen BFI Finance menilai bahwa stabilitas kinerja dan pengelolaan risiko yang terjaga menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis pada periode mendatang.