Pendidikan Indonesia Didorong Adaptif Terhadap AI

Dewan Pendidikan Nasional menekankan pentingnya adaptasi sistem pendidikan Indonesia terhadap perkembangan AI dan teknologi digital.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran di Indonesia perlu menyesuaikan diri untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan global.

Anggota Dewan Pendidikan Nasional, Handi Irawan Djuwadi, menekankan bahwa transformasi pendidikan menjadi krusial seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan AI.

Menurut Handi, pendekatan lama dalam pendidikan sudah tidak lagi relevan. Kurikulum, metode pembelajaran, dan pengembangan sumber daya manusia harus lebih adaptif terhadap perubahan teknologi.

Handi Irawan Djuwadi menyampaikan, "Dengan tantangan global dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), proses pembelajaran harus semakin adaptif untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia," pada Rabu (3/2026).

Ia berharap pengalamannya di bidang bisnis dan riset dapat memberikan perspektif baru dalam perumusan kebijakan pendidikan nasional. Handi menilai pendekatan lintas bidang sangat penting agar sistem pendidikan dapat memenuhi kebutuhan masa depan.

Selama ini, Handi dikenal aktif dalam berbagai inisiatif yang mendorong inovasi dan pengembangan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Ia menjabat sebagai CEO perusahaan riset dan konsultasi pemasaran Frontier Group.

Di tingkat nasional, ia juga merupakan penggagas sejumlah gerakan dan penghargaan yang mendorong inovasi dan kualitas layanan, seperti Top Brand Award, Hari Pelanggan Nasional, Hari Media Sosial, serta Hari Inovasi Indonesia.

Di bidang pendidikan, Handi saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen yang menaungi berbagai sekolah Kristen di Indonesia. Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pendidikan Tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Selain itu, Handi juga terlibat sebagai dewan penasihat di sejumlah asosiasi pendidikan nasional, antara lain Badan Musyawarah Perguruan Swasta, Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia, serta Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Kristen Indonesia.

Keterlibatan tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk dunia bisnis dan riset, dinilai penting untuk memperkaya perspektif dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melantik Handi Irawan sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional periode 2026-2031 di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.

Dewan Pendidikan Nasional beranggotakan 13 tokoh pendidikan yang bertugas memberikan masukan strategis kepada kementerian dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional.

Abdul Mu'ti menyatakan bahwa Dewan Pendidikan Nasional diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia dalam visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah berharap Dewan Pendidikan Nasional dapat membantu merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan melalui kolaborasi para tokoh dari berbagai bidang.

Recommended