Kenaikan harga ayam broiler mencapai titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan menguatnya momentum program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditandai dengan peningkatan pengeluaran pemerintah.
Pengeluaran untuk program MBG pada Februari 2026 tercatat Rp24,5 triliun, naik 25,6 persen (MoM) dan melonjak 8.681 persen (YoY). Tidak adanya libur sekolah dan bertambahnya Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendukung peningkatan ini.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Saragih, menyatakan, meski ada kritik untuk mengurangi belanja MBG akibat ketegangan geopolitik, pengeluaran program ini diperkirakan tetap stabil dalam beberapa bulan ke depan. Dengan cakupan penerima yang luas, pengeluaran bulanan diproyeksikan bertahan pada level saat ini selama sekitar 10 bulan ke depan.
Rata-rata harga pasar bulanan ayam broiler pada Februari 2026 mencapai Rp23.256 per kilogram, meningkat 21,3 persen (YoY) dan 19,3 persen (MoM). Harga ini merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, terakhir terlihat pada era pra-pandemi Covid-19 pada Juli 2018.
Kenaikan harga ini diperkirakan karena pasokan yang lebih ketat setelah kuota impor Grand Parent Stock (GPS) yang lebih rendah pada 2024, serta meningkatnya permintaan. Program MBG dinilai turut meningkatkan permintaan produk unggas di dalam negeri.
Sementara itu, harga rata-rata day old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari pada Februari 2026 tercatat Rp6.999 per ekor, naik 11,2 persen (YoY) meskipun turun tipis 0,8 persen (MoM).
Harga rata-rata jagung domestik pada Februari 2026 tercatat Rp6.807 per kilogram, naik 44 persen (YoY), namun turun 2,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Harga jagung diperkirakan mulai menurun seiring meningkatnya volume produksi sekitar 4 persen pada musim panen kuartal pertama, serta distribusi jagung pakan melalui program Stabilisasi Pangan dan Harga (SPHP) oleh Badan Pangan Nasional.
Hingga saat ini, kinerja saham unggas tercatat tertinggal dibandingkan Jakarta Composite Index maupun LQ45. Kekhawatiran investor terutama berkaitan dengan rencana kuota impor GPS pada 2026 serta potensi perubahan regulasi dalam pengadaan soybean meal (SBM) sebagai bahan baku pakan.
Risiko kelebihan pasokan ayam potong diperkirakan baru berpotensi terjadi pada 2028, sehingga dalam jangka menengah dinamika penawaran dan permintaan masih relatif mendukung harga unggas. Selain itu, segmen pakan dinilai tetap memiliki prospek keuntungan yang baik karena model bisnisnya memungkinkan produsen meneruskan kenaikan biaya kepada pasar untuk menjaga margin usaha.