Tiga produsen teknologi asal Tiongkok, yakni Vivo, Oppo, dan Honor, dilaporkan tengah mengembangkan generasi terbaru ponsel lipat dengan desain layar yang lebih lebar pada Selasa (12/5/2026). Langkah strategis ini diambil guna mengatasi keluhan pengguna terkait rasio layar eksternal yang selama ini dinilai terlalu sempit dan memanjang.
Sebagaimana dilansir dari Medcom, pendekatan desain baru ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih menyerupai tablet saat perangkat dalam posisi terbuka. Selain itu, rasio layar yang lebih proporsional diharapkan mempermudah aktivitas mengetik serta penjelajahan internet pada layar cover.
Vivo disebut menjadi vendor yang paling intensif mengeksplorasi rancangan layar lebar ini untuk suksesor lini Vivo X Fold mereka. Perubahan dimensi ini diprediksi akan membuat perangkat terasa lebih natural saat digunakan dalam mode tertutup, serupa dengan ponsel flagship konvensional pada umumnya.
Mengutip data dari GSM Arena, kritik terhadap desain ponsel lipat bergaya buku selama ini berfokus pada ketidaknyamanan layar depan yang terlalu ramping. Hal ini mendorong produsen untuk meriset rasio layar baru yang lebih seimbang antara mode lipat dan mode terbuka guna mendukung produktivitas.
Selain perubahan rasio layar, pengembangan fokus pada aspek teknis lain seperti pengurangan bekas lipatan (crease) pada panel display. Ketiga perusahaan tersebut juga berupaya memperkuat daya tahan engsel (hinge) sembari menjaga bodi perangkat tetap tipis dan ringan dibandingkan generasi sebelumnya.
Inovasi ini dipandang sebagai upaya brand Tiongkok untuk membedakan produk mereka dari kompetitor utama, Samsung Galaxy Z Fold, yang masih mempertahankan desain layar cover memanjang. Peningkatan lebar layar diyakini dapat mengoptimalkan fungsi multitasking, pembacaan dokumen, hingga konsumsi konten multimedia bagi para pengguna profesional.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai spesifikasi teknis mendalam maupun jadwal peluncuran global untuk perangkat-perangkat tersebut. Informasi yang berkembang masih bersumber dari laporan rantai pasokan industri dan rumor yang beredar di pasar gadget internasional.