Pengguna ChatGPT Beralih ke Chatbot Lain Imbas Kerja Sama dengan Pentagon

Sejumlah pengguna ChatGPT dilaporkan beralih ke chatbot AI lain setelah OpenAI menjalin kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS.

Sebagian pengguna ChatGPT memilih platform chatbot AI lain setelah OpenAI menandatangani perjanjian kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan ini terjadi tak lama setelah pemerintahan Donald Trump berencana mengakhiri kontrak dengan Anthropic, karena kekhawatiran potensi penyalahgunaan produk AI mereka untuk pengawasan massal dan senjata otonom.

Dario Amodei, CEO Anthropic, menyatakan bahwa perusahaannya secara prinsip tidak dapat menyetujui permintaan tersebut. Pemerintah bahkan mengancam akan melabeli Anthropic sebagai "risiko rantai pasokan", sebuah sebutan yang umumnya ditujukan bagi musuh AS dan belum pernah diterapkan pada perusahaan domestik.

Donald Trump melalui Truth Social menuliskan, "Orang-orang gila sayap kiri di Anthropic telah melakukan KESALAHAN FATAL karena mencoba MENEKAN Departemen Perang, dan memaksa mereka untuk mematuhi Ketentuan Layanan mereka alih-alih Konstitusi kita."

Claude, chatbot dari Anthropic, mengalami lonjakan popularitas dan menduduki puncak tangga aplikasi gratis Apple, mengungguli ChatGPT. Sam Altman, CEO OpenAI, menjelaskan bahwa kesepakatan dengan Pentagon memungkinkan militer AS memanfaatkan AI mereka dalam sistem rahasia. Ia juga mengklaim bahwa Departemen Pertahanan memiliki komitmen terhadap keselamatan dan akan mematuhi langkah-langkah pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan.

Altman menambahkan, "Dua dari prinsip keselamatan terpenting kami adalah larangan terhadap pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom. Departemen Perang sepakat dengan prinsip-prinsip ini, mencerminkannya dalam hukum serta kebijakan, dan kami memasukkannya ke dalam kesepakatan kami."

Pengumuman kerja sama OpenAI dan Pentagon memicu seruan boikot ChatGPT. Sebuah unggahan populer di komunitas r/ChatGPT di Reddit, yang beranggotakan 11 juta orang, menyerukan pembatalan langganan. Unggahan tersebut menyatakan, "OpenAI baru saja membuat kesepakatan dengan iblis. Sam Altman memutuskan uang pertahanan lebih penting dari semua prinsip yang jadi fondasi berdirinya perusahaan ini."

Kampanye boikot QuitGOT menuduh OpenAI lebih mengutamakan keuntungan daripada keselamatan publik. "Pada 27 Februari, pesaing ChatGPT, Anthropic, menolak memberi Pentagon akses tanpa batas ke AI-nya untuk pengawasan massal terhadap orang Amerika atau untuk memproduksi senjata AI yang membunuh tanpa pengawasan manusia," tulis mereka.

QuitGPT berpendapat bahwa banyak pengguna keliru karena menganggap ChatGPT sebagai satu-satunya asisten AI yang mumpuni. Mereka merekomendasikan alternatif dengan privasi lebih tinggi dan open-source seperti Confer, Alpine, dan Lumo, serta Gemini dari Google dan Claude dari Anthropic. Organisasi tersebut juga berencana mengadakan protes langsung di markas besar OpenAI di San Francisco pada 3 Maret.

"Dalam hitungan jam, CEO ChatGPT Sam Altman langsung masuk dan menerima kesepakatan korup Pentagon, menempatkan kita semua dalam bahaya AI yang mematikan demi keuntungan perusahaannya. OpenAI setuju membiarkan Pentagon menggunakan teknologinya untuk tujuan sah apa pun, termasuk robot pembunuh dan pengawasan massal," tambah mereka, dikutip detikINET dari Independent.

Recommended