Drama 3 Penalti Warnai Imbang PSIS vs Persiku, Pelatih Enggan Komentari Wasit

PSIS Semarang bermain imbang 3-3 melawan Persiku Kudus dalam laga dramatis Pegadaian Championship 2025/2026 yang diwarnai tiga penalti dan perpanjangan waktu. Pelatih Andri Ramawi Putra…

PSIS Semarang berhasil meraih satu poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Persiku Kudus dalam pertandingan pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026. Pertarungan sengit ini berlangsung di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Sabtu (11/4/2026), dan diwarnai sejumlah insiden, termasuk tiga eksekusi penalti.

Meskipun demikian, baik pelatih maupun pemain PSIS Semarang memilih untuk tidak memberikan komentar mengenai kepemimpinan wasit dalam laga yang penuh drama tersebut. Hal ini menjadi sorotan setelah pertandingan berakhir dengan perpanjangan waktu yang jauh melampaui jadwal.

Tim Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, sempat menguasai jalannya babak pertama dengan keunggulan dua gol. Alberto Goncalves membuka keunggulan pada menit ke-24, disusul oleh gol Rafinha pada menit ke-45+6.

Namun, Persiku Kudus bangkit di babak kedua. Tim berjuluk Macan Muria ini berhasil mencetak tiga gol balasan. Dua gol di antaranya lahir dari tendangan penalti Igor Henrique pada menit ke-57 dan 90+14. Satu gol lainnya dicatatkan Caique Souza melalui eksekusi bola mati di menit ke-77.

Dilansir dari Bola, pertandingan ini juga menarik perhatian karena tambahan waktu yang molor. Seharusnya hanya 10 menit, namun karena berbagai insiden di lapangan, laga harus berlanjut hingga lebih dari 30 menit.

Sikap Pelatih dan Pemain Soal Wasit

Pelatih PSIS, Andri Ramawi Putra, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil imbang ini, meskipun timnya gagal meraih poin penuh setelah sempat memimpin dua gol. Ia mengapresiasi perjuangan maksimal para pemain untuk menghindari kekalahan.

“Saya ingin berterima kasih atas perjuangan para pemain hari ini. Luar biasa. Terlepas dari hilangnya poin kami yang awalnya menargetkan tiga poin, tetapi kami harus tetap bersyukur,” ujar Andri Ramawi.

Andri Ramawi Putra juga menegaskan keengganannya untuk mengomentari kinerja wasit Agus Fauzan Arifin. Menurutnya, publik memiliki kesempatan untuk menilai sendiri kepemimpinan wasit berusia 38 tahun tersebut.

“Saya tidak ingin banyak komentar soal wasit. Kita bisa melihat semuanya. Nanti kita bisa melihat tayangan ulang. Namun, saya pikir yang paling penting adalah kami setelah ini harus fokus lagi untuk mendapatkan poin di sisa pertandingan,” tambahnya.

Senada dengan pelatihnya, striker asing PSIS, Rafinha, juga memilih untuk tidak berbicara mengenai performa wasit. Pemain asal Brasil ini lebih memilih fokus pada motivasi dan perjuangan rekan-rekannya di lapangan.

“Ini adalah pertandingan yang menarik. PSIS awalnya bisa unggul 2-0. Saya tidak ingin berbicara soal wasit. Namun, saya hanya ingin berkomentar soal rekan-rekan saya. Mereka tidak berhenti berjuang hingga menit-menit terakhir,” kata Rafinha.

Ia menambahkan, “Menurut saya, ini sangat penting. Jadi, terima kasih teman-teman, terima kasih pelatih, terima kasih karena sudah percaya dengan tim ini. Kami akan kembali bekerja setelah pulang ke Semarang.”

Implikasi Hasil Pertandingan

Laga antara Persiku Kudus dan PSIS Semarang ini tidak hanya sebatas gengsi, tetapi juga krusial bagi kedua tim dalam upaya mereka menjauh dari zona degradasi di klasemen Grup Timur.

Saat ini, Persiku berada di peringkat ke-7 dengan mengoleksi 27 poin, sedangkan PSIS menempati posisi di bawahnya dengan 20 poin. PSIS hanya terpaut tiga poin dari Persiba Balikpapan, tim yang berada di zona play-off degradasi.

Recommended