President University Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru Bidang Strategis

President University mengukuhkan Prof. Anton Widjaja, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar sebagai guru besar baru pada Selasa, 21 April 2026.

President University secara resmi mengukuhkan tiga guru besar baru pada Selasa, 21 April 2026, guna memperkuat kualitas akademik dan kontribusi riset di tingkat nasional maupun internasional. Ketiga profesor yang dilantik adalah Prof. Dr. Anton Wachidin Widjaja, Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, pencapaian ini menjadi catatan penting mengingat ketatnya persaingan jabatan akademik tertinggi di Indonesia. Data menunjukkan bahwa dari total 333.000 dosen secara nasional, hanya sekitar 12.000 orang atau 3 persen yang berhasil menyandang gelar Guru Besar.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, memberikan apresiasi atas pengukuhan ini. Ia mengungkapkan bahwa dari 415 perguruan tinggi di wilayahnya, hanya 19 kampus yang menyandang status unggul, termasuk President University yang kini didukung oleh delapan Guru Besar.

"Kami sangat berbahagia dapat menyaksikan pengukuhan Guru Besar di President University. Ini merupakan bentuk pengakuan atas capaian akademik tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi," ujar Lukman, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

Prof. Anton Wachidin Widjaja, yang menjabat Dekan Fakultas Bisnis, menyampaikan orasi mengenai pentingnya transformasi digital dan integritas bagi UMKM. Ia menekankan bahwa keberhasilan adopsi teknologi harus dibarengi dengan praktik bisnis yang transparan untuk membangun kepercayaan pelanggan.

Sementara itu, Prof. Jhanghiz Syahrivar mencetak sejarah sebagai alumni angkatan pertama sekaligus profesor termuda di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV. Dalam orasinya, ia menyoroti etika pemasaran sebagai kekuatan sosial yang harus mempertimbangkan dampak keadilan dan kesejahteraan masyarakat luas.

Di sisi lain, Prof. Erwin Parasian Sitompul memaparkan perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dalam sistem otomasi selama dua dekade terakhir. Ia memperingatkan mahasiswa agar tetap menguasai pengetahuan fundamental meskipun teknologi seperti ChatGPT dan Gemini memudahkan penyelesaian tugas.

Rektor President University, Handa Abidin, menyatakan bahwa pengukuhan ini menunjukkan keberhasilan institusi dalam melahirkan akademisi dari alumninya sendiri. Keberadaan para pakar baru ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan inovasi serta memperkuat citra riset kampus di kawasan industri Jababeka.

Recommended