President University resmi mengukuhkan Prof. Dr. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Guru Besar dalam upacara akademik yang berlangsung pada 21 April 2026. Dilansir dari Medcom, Jhanghiz kini menyandang gelar profesor termuda di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV yang mencakup wilayah Jawa Barat dan Banten.
Pencapaian ini mencatatkan sejarah baru bagi institusi karena Jhanghiz merupakan alumnus angkatan 2005 yang berhasil mencapai puncak karier akademik di almamaternya sendiri. Sebelum pengukuhan ini, ia juga memegang rekor sebagai mahasiswa Indonesia pertama yang menyelesaikan program doktor di Corvinus University of Budapest dalam waktu kurang dari empat tahun.
Data dari LLDIKTI Wilayah IV menunjukkan bahwa pencapaian ini tergolong langka di Indonesia. Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menyatakan bahwa dari total 333 ribu dosen di seluruh Indonesia, hanya sekitar 12 ribu orang atau 3 persen saja yang berhasil mencapai posisi Guru Besar.
"Dari sekitar 333 ribu dosen di Indonesia, hanya sekitar 12 ribu yang berhasil menjadi Guru Besar, atau sekitar 3 persen saja. Ini menunjukkan bahwa pencapaian ini sangat luar biasa," ujar Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Jhanghiz menyoroti isu etika dalam dunia pemasaran, termasuk kritik terhadap praktik greenwashing atau klaim ramah lingkungan palsu. Ia menegaskan bahwa pemasaran harus bergeser dari sekadar mencari keuntungan menjadi disiplin yang bertanggung jawab secara sosial dan moral.
Rektor President University, Handa Abidin, S.H., LL.M., Ph.D., menilai pengukuhan ini sebagai bukti keberhasilan ekosistem pendidikan di kampusnya. Ia menggarisbawahi bahwa perjalanan Jhanghiz sejak lulus sarjana 18 tahun lalu hingga kembali sebagai profesor merupakan tonggak sejarah penting bagi universitas.