Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan adanya lonjakan signifikan aktivitas penipuan daring yang memanfaatkan antusiasme penggemar menjelang turnamen FIFA World Cup 2026 pada Sabtu (2/5/2026). Para pelaku kejahatan menyasar jutaan suporter melalui berbagai modus, mulai dari penawaran tiket palsu hingga klaim hadiah fiktif.
Dilansir dari Detik iNET, laporan terbaru Kaspersky mengidentifikasi sejumlah situs web phishing yang meniru platform resmi penyelenggara. Situs-situs tersebut menawarkan pembelian tiket dengan berbagai mata uang, namun bertujuan mencuri uang serta data pribadi sensitif milik pengguna yang melakukan pendaftaran.
Selain pemalsuan tiket, skema penipuan ini turut mencakup penjualan pernak-pernik atau merchandise yang diklaim resmi. Para pelaku menggunakan potongan harga besar pada produk seperti kaos dan boneka maskot guna memancing korban agar memberikan informasi perbankan mereka melalui formulir di situs palsu tersebut.
Metode lain yang ditemukan melibatkan pengiriman email massal yang menyamar sebagai komunikasi formal dari organisasi sepak bola. Kaspersky mendeteksi adanya email terkait keputusan palsu dari Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA yang disisipi tautan berbahaya untuk menginfeksi perangkat target.
Terdapat pula kampanye email yang menjanjikan hadiah uang tunai hingga 500.000 dolar AS, lengkap dengan fasilitas tiket pertandingan dan akomodasi. Penerima pesan diminta menghubungi pihak tertentu untuk mencairkan hadiah tersebut, yang merupakan tahap awal dari proses penipuan finansial.
"Kami melihat bahwa momen acara olahraga besar seperti ini selalu dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Email yang tampaknya normal atau bahkan menarik seringkali tidak hanya berisikan tautan dan lampiran berbahaya," ujar Anna Lazaricheva, analis spam senior di Kaspersky.
Lazaricheva menambahkan bahwa interaksi yang tidak waspada terhadap pesan-pesan tersebut berisiko menyebabkan infeksi perangkat yang serius. Ia menekankan pentingnya bagi pengguna untuk mengabaikan situs web maupun email mencurigakan demi menjaga keamanan data pribadi dan finansial.
Guna meminimalisir risiko, masyarakat diimbau untuk memverifikasi keaslian alamat web dan hanya menggunakan platform penjualan resmi. Penggunaan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA) dan solusi keamanan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) juga disarankan untuk menangkal ancaman phishing yang kian kompleks.