Galatasaray melayangkan tudingan keras terhadap Liverpool setelah pertandingan kedua tim dalam babak 16 besar Liga Champions. Menurut sekretaris jenderal klub, Eray Yazgan, The Reds disebut berupaya menyembunyikan insiden yang menimpa salah satu pemainnya.
Pada pertandingan yang berlangsung di Anfield, Liverpool berhasil membalikkan keadaan setelah kalah 0-1 di leg pertama. Kemenangan 4-0 memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya.
Pertandingan tersebut diwarnai beberapa insiden, termasuk cedera serius yang dialami pemain Galatasaray, Noa Lang. Tangannya tersangkut di papan iklan, membuatnya harus mendapat perawatan oksigen dan dilarikan ke rumah sakit.
Di sisi lain, Liverpool mengeluarkan pernyataan resmi terkait tindakan rasisme yang menimpa bek mereka, Ibrahima Konate, setelah benturan dengan Victor Osimhen.
Liverpool dalam pernyataannya menegaskan:
"Itu tidak manusiawi, pengecut, dan berakar dari kebencian. Rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola, tidak di masyarakat, dan tidak di mana pun, baik online maupun offline. Pemain kami bukan sasaran. Mereka adalah manusia. Pelecehan yang terus diarahkan kepada pemain, sering kali tersembunyi di balik akun anonim, adalah noda bagi permainan ini dan bagi platform yang membiarkannya terus terjadi."
Mereka juga menambahkan:
"Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada Ibrahima dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab sejauh mungkin. Namun, beban tidak bisa terus dibebankan kepada pemain dan klub untuk merespons setelah kerusakan terjadi."
"Situasi ini tidak boleh dibiarkan berlanjut. Ini harus dihadapi, ditantang, dan dihapuskan, bukan besok, tapi sekarang."
Pernyataan Liverpool tersebut memicu reaksi keras dari Galatasaray. Yazgan menilai Liverpool tidak bertanggung jawab atas cedera Noa Lang.
"Liverpool tidak memberikan satu pun permintaan maaf kepada klub kami atau pemain kami. Ini tidak bisa diterima. Sikap diam dan pengabaian tanggung jawab ini adalah upaya untuk menutupi insiden tersebut," kata Yazgan seperti dikutip dari A Spor.
Ia menuding Liverpool mencoba mengalihkan perhatian.
"Sementara Liverpool bahkan belum meminta maaf, kami melihat mereka mencoba mengalihkan perhatian dengan mengangkat pernyataan-pernyataan yang mereka klaim muncul di media sosial terhadap pemain mereka sendiri, Konate."
Yazgan menambahkan, di saat ada situasi serius yang mengancam kesehatan pemain, Liverpool justru mencoba mengubah topik. Menurutnya, klub sebesar Liverpool seharusnya terlebih dahulu bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di stadion mereka dan segera menyampaikan permintaan maaf.
UEFA telah merespons insiden tersebut dengan menyatakan akan meninjau ulang pengaturan di sisi lapangan pada pertandingan Liga Champions mendatang, termasuk penggunaan papan LED, untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Dalam pernyataannya, UEFA menyebut:
"UEFA telah meninjau kondisi yang menyebabkan kecelakaan yang dialami pemain Galatasaray, Noa Lang, dan akan meninjau pengaturan di sisi lapangan, termasuk papan LED, pada pertandingan mendatang untuk mengidentifikasi potensi risiko serupa serta meminta klub mengambil langkah yang diperlukan jika dibutuhkan. Kami mendoakan Noa Lang segera pulih sepenuhnya."
Galatasaray juga membuka peluang untuk menempuh jalur hukum. Klub asal Turki tersebut sedang berdiskusi dengan tim hukum untuk mengajukan gugatan kompensasi, termasuk menuntut agar gaji Lang tetap ditanggung selama masa pemulihan.
"Kami sedang berdiskusi dengan pengacara. Kami akan mengajukan gugatan kompensasi kepada UEFA. Kami ingin kerugian kami, terutama terkait gaji pemain, dapat ditanggung," ujar Yazgan.