Krisis performa dan ketegangan internal dikabarkan tengah melanda Tottenham Hotspur. Performa tim yang terus menurun memicu spekulasi mengenai masa depan pelatih Igor Tudor, yang dilaporkan mulai kehilangan dukungan dari para pemain.
Kabar ini mencuat di tengah sorotan terhadap taktik kepelatihan Tudor, khususnya terkait pengelolaan posisi penjaga gawang.
Meskipun demikian, Tudor diperkirakan masih akan mendampingi tim saat menghadapi Liverpool di Anfield pada laga Premier League, Minggu (15-3-2026).
Keputusan Tudor mencadangkan kiper utama, Guglielmo Vicario, sebelum pertandingan melawan Atletico Madrid disebut mengejutkan sejumlah pemain. Ia memilih menurunkan kiper muda, Antonín Kinsky, yang kemudian menjadi sorotan karena penampilannya.
Kinsky kebobolan tiga gol dalam 17 menit pertama, termasuk dua akibat kesalahan distribusi bola. Tudor kemudian menariknya keluar, namun sikap dinginnya setelah pergantian tersebut menjadi perbincangan di ruang ganti.
Kiper berusia 22 tahun itu dikabarkan berpeluang meninggalkan Tottenham pada bursa transfer musim panas.
Tekanan Meningkat pada Igor Tudor
Tottenham menelan kekalahan telak 2–5 dari Atletico Madrid di Liga Champions, yang memperburuk catatan buruk klub dengan enam kekalahan beruntun. Empat kekalahan di antaranya terjadi sejak Tudor menggantikan Thomas Frank.
Bek tengah Micky van de Ven menggambarkan kondisi tim saat ini mendekati "skenario kiamat". Kontrak Tudor yang berlaku hingga akhir musim pun mulai dipertanyakan.
Nasib Tudor Ditentukan dalam Beberapa Laga ke Depan
Meski tekanan meningkat, Tudor diperkirakan masih akan memimpin Tottenham dalam satu pertandingan lagi. Laporan The Guardian menyebutkan bahwa Tudor siap berjuang saat Spurs bertandang ke Anfield.
Namun, peluangnya untuk bertahan hingga pertandingan melawan Nottingham Forest disebut sangat tipis. CEO Tottenham, Vinai Venkatesham, dilaporkan telah berdialog dengan Tudor dan staf pelatih.
Manajemen klub mungkin akan mempertahankan Tudor hingga konferensi pers jelang pertandingan pada Jumat, bukan karena dukungan penuh, melainkan karena minimnya alternatif pelatih yang tersedia. Sean Dyche menjadi kandidat terdepan pengganti Tudor.
Harry Redknapp Mengaku Dihubungi Daniel Levy
Mantan pelatih Tottenham, Harry Redknapp, mengaku belum dihubungi dewan klub, namun sempat berbicara dengan mantan petinggi klub, Daniel Levy. Levy, yang masih memiliki lebih dari 29 persen saham klub, mengatakan akan menunjuk Redknapp sebagai pelatih hingga akhir musim jika masih memegang kendali.
"Ia berkata kepada saya, 'Dengar, jika saya masih di sana sekarang, saya pasti, dan saya tidak sekadar mengatakan ini, akan membawa Anda kembali sampai akhir musim.' Jadi itu akan menarik," kata Redknapp kepada talkSPORT.
Retaknya Harmonisasi di Ruang Ganti Spurs
Laporan The Athletic mengungkap adanya ketegangan internal di antara para pemain Tottenham, dipicu tudingan motivasi yang kurang untuk menyelamatkan tim dari degradasi. Seorang pemain bahkan dikabarkan tidak terlalu khawatir dengan kemungkinan tersebut karena masa depannya sudah terjamin di klub lain.
Van de Ven mengungkapkan kekecewaannya setelah kekalahan dari Atletico. "Semua yang bisa berjalan salah, benar-benar berjalan salah," kata Van de Ven. "Bagi penjaga gawang kami, ini juga sangat buruk. Anda tidak ingin hal seperti itu terjadi pada siapa pun."
"Ini sangat sulit, dan sekarang kami punya pertandingan penting akhir pekan ini yang tidak bisa saya mainkan karena saya terkena skorsing. Ini periode yang sangat buruk. Benar-benar sangat buruk," ucapnya.