Penjualan ERAL Meningkat di 2025, Laba Bersih Turun Akibat Beban Operasional

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mencatatkan pertumbuhan penjualan signifikan pada 2025 menjadi Rp6,49 triliun, namun laba bersih mengalami penurunan.

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) membukukan kenaikan penjualan yang solid sepanjang tahun 2025. Namun, peningkatan beban operasional menjadi penyebab penurunan laba bersih perusahaan. Kenaikan pendapatan ini menunjukkan respons positif pasar terhadap diversifikasi produk yang dilakukan ERAL, meskipun ada tantangan dalam efisiensi biaya.

Dilansir dari Medcom, penjualan ERAL mencapai Rp6,49 triliun pada 2025, sebuah peningkatan 20,27% dibandingkan capaian Rp4,84 triliun di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengindikasikan kuatnya permintaan di sektor ritel perangkat elektronik dan gaya hidup, di mana ERAL terus melakukan ekspansi.

Secara lebih rinci, kontribusi terbesar penjualan ERAL datang dari lini bisnis aksesoris, IoT, dan segmen lainnya, dengan nilai total Rp3,68 triliun. Angka ini memang sedikit menurun dibandingkan Rp4,11 triliun pada 2024, namun tetap menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.

Di sisi lain, segmen fashion menunjukkan performa yang paling agresif, dengan penjualan melesat tajam menjadi Rp1,21 triliun. Angka ini naik signifikan dari hanya Rp224,29 miliar pada 2024, menandakan keberhasilan ekspansi ERAL dalam bisnis gaya hidup.

Sektor telepon seluler dan tablet juga mencatat pertumbuhan kuat, dengan penjualan naik menjadi Rp573,44 miliar dari Rp348,76 miliar di tahun sebelumnya. Penjualan komputer dan peralatan elektronik lainnya juga ikut menyumbang peningkatan, mencapai Rp205,66 miliar dari Rp155,15 miliar pada 2024.

Pada 2025, segmen otomotif mulai memberikan kontribusi signifikan dengan nilai penjualan Rp826,97 miliar. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa ERAL berhasil melakukan diversifikasi sumber pendapatan, mengurangi ketergantungan pada produk utama dan menjelajahi segmen pasar yang baru.

Tekanan Biaya Menekan Laba Bersih

Meskipun penjualan menunjukkan performa impresif, ERAL menghadapi kenaikan beban pokok penjualan yang mencapai Rp5,40 triliun, meningkat 6,21% secara tahunan. Kenaikan beban ini, menurut laporan keuangan, menghasilkan laba bruto sebesar Rp1,08 triliun, tumbuh signifikan dari Rp657,25 miliar pada 2024.

Namun, di tingkat operasional, tekanan biaya menjadi lebih jelas. Beban penjualan dan distribusi naik 22,27% menjadi Rp358,27 miliar, sementara beban umum dan administrasi meningkat 23,27% menjadi Rp324,19 miliar. Beban operasional lainnya juga mengalami lonjakan, yang berdampak pada profitabilitas.

Pendapatan operasional lainnya tercatat sebesar Rp42,33 miliar, naik 24,27% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kondisi ini, laba usaha ERAL hanya tumbuh tipis menjadi Rp241,70 miliar dari Rp230,25 miliar pada 2024.

Dari sisi non-operasional, beban keuangan melonjak sekitar 25% menjadi Rp22,81 miliar. Sebaliknya, penghasilan keuangan justru menurun menjadi Rp14,93 miliar. Selain itu, ERAL mencatat rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp3,12 miliar, berbalik dari laba Rp16,62 miliar pada tahun sebelumnya.

Kombinasi faktor-faktor ini mengakibatkan laba sebelum pajak ERAL turun menjadi Rp230,69 miliar dari Rp256,86 miliar pada 2024. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp61,39 miliar, laba tahun berjalan ERAL tercatat Rp169,30 miliar, menurun dari Rp201,34 miliar pada tahun sebelumnya. Secara garis besar, kinerja ERAL di 2025 memperlihatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, namun disertai tekanan biaya operasional dan keuangan yang memengaruhi laba bersih.

Recommended