Pentagon Rilis Ratusan Dokumen Rahasia Fenomena UFO dan Kesaksian Astronot

Pentagon merilis 161 dokumen rahasia mengenai penampakan UFO dan fenomena anomali tak teridentifikasi berdasarkan laporan astronot hingga warga sipil.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat resmi merilis kumpulan dokumen rahasia yang memuat laporan penampakan benda terbang tidak dikenal (UFO) oleh warga sipil dan astronot pada Minggu (10/5/2026). Deklasifikasi berkas ini dilakukan atas instruksi Presiden Donald Trump menyusul meningkatnya ketertarikan publik terhadap fenomena luar angkasa.

Sebanyak 161 dokumen kini tersedia di situs resmi Pentagon yang mencakup laporan selama puluhan tahun terkait fenomena anomali tak teridentifikasi (UAP). Dilansir dari Detik iNET, rilis ini juga menyertakan transkrip komunikasi rahasia dari misi pendaratan Bulan Apollo 11, 12, dan 17.

Astronot Buzz Aldrin dalam misi Apollo 11 tahun 1969 melaporkan adanya sumber cahaya terang yang menyerupai sinar laser saat perjalanan menuju Bulan. Laporan serupa disampaikan Alan Bean dari Apollo 12 yang mengaku melihat kilatan cahaya serta partikel yang tampak keluar dari permukaan Bulan.

"Di luar sana seperti perayaan Hari Kemerdekaan AS!" kata Jack Schmitt, astronot Apollo 17 pada tahun 1972 saat menggambarkan kilatan cahaya yang dilihatnya. Dokumen tersebut juga mengungkap rekaman misi Gemini 7 tahun 1965 mengenai penampakan benda asing yang dianggap sebagai ancaman tak dikenal oleh kru pesawat.

Selain laporan dari luar angkasa, berkas tersebut mencatat pengakuan warga sipil Amerika Serikat sejak tahun 1957 mengenai kendaraan bundar besar yang melayang. Terdapat pula laporan dari tahun 2023 tentang objek logam yang muncul dari cahaya terang di wilayah domestik AS.

Pentagon turut melampirkan rekaman video militer dari tahun 2022 yang menunjukkan objek oval melesat cepat di wilayah Timur Tengah, termasuk Irak dan Suriah. Meski dikategorikan sebagai UAP, beberapa laporan pendamping mengidentifikasi objek tersebut sebagai kemungkinan rudal.

Transparansi pemerintah ini mendapat sambutan positif dari Anggota Kongres Partai Republik, Tim Burchett, yang menyebut rilis ini sebagai langkah awal yang baik. Sebaliknya, mantan Anggota Kongres Marjorie Taylor Greene mengkritik kebijakan tersebut sebagai upaya pengalihan isu dari krisis ekonomi dan konflik Iran.

Recommended