Dua raksasa restoran cepat saji di Indonesia mencatatkan kinerja keuangan yang bertolak belakang berdasarkan laporan tahunan yang berakhir pada Rabu, 31 Desember 2025. PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) atau Pizza Hut berhasil membalikkan kerugian menjadi laba, sementara PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) atau KFC Indonesia masih tertahan di zona merah.
Dilansir dari Detik Finance, Pizza Hut membukukan laba bersih sebesar Rp 24,75 miliar sepanjang tahun 2025. Perolehan tersebut merupakan lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sempat mengalami rugi bersih mencapai Rp 72,83 miliar.
Kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan neto perseroan yang mencapai Rp 3,05 triliun pada 2025, naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp 2,79 triliun. Laba bruto perusahaan tercatat sebesar Rp 2,13 triliun setelah dikurangi beban pokok penjualan yang meningkat tipis menjadi Rp 918,52 miliar.
Meskipun mencetak laba, Pizza Hut melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah gerai operasionalnya. Hingga akhir Desember 2025, perusahaan mengoperasikan 575 gerai, berkurang dari posisi 591 gerai di akhir tahun sebelumnya, disertai pengurangan jumlah karyawan dari 4.467 menjadi 4.192 orang.
Kondisi berbeda dialami oleh KFC Indonesia yang mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 366,04 miliar pada 2025. Walaupun masih rugi, angka ini menunjukkan perbaikan karena menyusut dibandingkan kerugian tahun 2024 yang mencapai Rp 796,71 miliar.
Pendapatan KFC Indonesia tercatat naik tipis menjadi Rp 4,88 triliun dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp 4,87 triliun. Perseroan berhasil mencetak laba bruto Rp 2,88 triliun setelah melakukan penekanan pada beban pokok penjualan yang menjadi Rp 1,99 triliun sepanjang 2025.
Langkah penutupan puluhan gerai juga diambil oleh manajemen KFC Indonesia sebagai bagian dari strategi operasional. Berdasarkan data per Desember 2025, perusahaan kini mengoperasikan 690 gerai restoran, turun sebanyak 25 unit dibandingkan posisi akhir 2024 yang berjumlah 715 gerai.
Hingga akhir periode 2025, KFC Indonesia memiliki total aset senilai Rp 4,94 triliun dengan liabilitas sebesar Rp 4,51 triliun dan ekuitas Rp 435,85 miliar. Sementara itu, aset Pizza Hut tercatat sebesar Rp 1,92 triliun dengan posisi liabilitas Rp 894,62 miliar dan ekuitas sebesar Rp 1,03 triliun.