Industri perbankan memasuki babak baru seiring hilangnya batasan yang sebelumnya dianggap permanen. Perubahan ini didorong oleh perkembangan teknologi dan ekspektasi nasabah yang terus meningkat.
Bank yang mampu menyeimbangkan inovasi, ketahanan, dan empati dinilai akan sukses di tahun 2026. Accenture memaparkan bahwa kemampuan beradaptasi dengan perubahan menjadi kunci utama.
Menurut Accenture, ada beberapa tren utama yang akan membentuk industri perbankan di tahun 2026:
1. Evolusi Uang di Era Digital
Uang tidak lagi ditentukan oleh bentuk fisik, melainkan oleh pergerakan dan manfaatnya. Mata uang digital seperti stablecoin dan CBDC semakin diterapkan secara luas. Pembayaran terprogram memungkinkan transaksi yang lebih cerdas dengan membawa data dan konteks secara otomatis. Accenture memperkirakan USD 13 triliun nilai transaksi berpotensi beralih ke metode pembayaran alternatif.
Bank perlu memiliki strategi mata uang digital yang jelas dan membangun fondasi yang aman untuk pembayaran berbasis agen.
2. Pengalaman Nasabah di Era Baru Perbankan
Ekspektasi nasabah berubah seiring perkembangan AI. Nasabah menginginkan pengalaman yang personal, mulus, dan relevan di berbagai platform, termasuk platform berbasis AI seperti ChatGPT. Kehadiran fisik tetap penting sebagai sumber kepercayaan, terutama dalam situasi yang kompleks.
Bank yang unggul mampu menjaga kesinambungan pemahaman atas kebutuhan nasabah di setiap titik interaksi.
3. Dunia Kerja dan Talenta di Era Agentic AI
Agentic AI mendorong perubahan dalam cara kerja dengan menghilangkan keterbatasan kapasitas. Konsep “10x bank”, di mana satu pegawai dapat mengoordinasikan berbagai kapabilitas AI, mulai terwujud. Pemimpin perlu mendorong perubahan nyata dalam cara kerja dan membekali karyawan dengan pemahaman AI yang memadai.
Bank yang hanya berfokus pada peningkatan produktivitas berisiko tertinggal dari mereka yang memanfaatkan AI untuk mendorong pertumbuhan pendapatan.
4. Ketika Efisiensi Semu Menjadi Beban Biaya
Investasi besar pada pengalaman digital nasabah sering kali menunda modernisasi teknologi inti. Akibatnya, utang teknis menumpuk dan biaya meningkat lebih cepat daripada pendapatan. Generative AI mempercepat modernisasi teknologi, dan bank semakin memanfaatkan open source dan arsitektur modular untuk menekan biaya.
Modernisasi menjadi keharusan dalam era di mana ketahanan, kemampuan beradaptasi, dan kepercayaan menjadi penentu daya saing.
5. Masa Depan Risiko dan Regulasi dalam Perspektif Menyeluruh
Manajemen risiko di perbankan sering kali terfragmentasi. Bank perlu membangun arsitektur risiko yang terintegrasi, yang menghubungkan data di seluruh organisasi, didukung oleh model AI, dan budaya kerja yang kuat.
Institusi yang mampu memadukan teknologi, wawasan, dan penilaian manusia akan berada pada posisi terbaik untuk mengubah ketidakpastian menjadi keputusan yang tepat.
6. Masa Depan Persaingan dalam Perebutan Neraca
Persaingan kini bergeser langsung ke neraca bank. Stablecoin, perusahaan kripto, dan antarmuka berbasis AI menantang simpanan dan pinjaman tradisional. Bank perlu melampaui pendekatan berbasis produk yang terpisah dan membangun proposisi nilai yang terintegrasi.
Prinsip dasar perbankan akan tetap bertahan, tetapi cara bank beroperasi dan bersaing akan berubah secara mendasar.
Tri Hindriasari, Banking Lead, Accenture Indonesia, menegaskan bahwa industri perbankan tengah memasuki era baru yang ditandai oleh runtuhnya berbagai batasan yang selama ini membentuk cara bank beroperasi.
"Sebagaimana tercermin dalam berbagai tren yang kami amati, perubahan ini menuntut bank untuk memisahkan kapasitas pertumbuhan dari ketergantungan pada jumlah tenaga kerja dan infrastruktur fisik. Bank juga dapat memperoleh pemahaman risiko yang lebih menyeluruh dan bersifat real-time, sekaligus mengubah pengalaman nasabah menjadi rangkaian interaksi yang berkesinambungan," kata Tri.