Teknik pengurangan kecepatan kendaraan melalui deselerasi mesin atau engine brake menjadi keterampilan krusial yang wajib dikuasai oleh pengemudi mobil transmisi manual maupun otomatis pada Rabu, 13 Mei 2026. Prosedur ini sangat penting dilakukan untuk membantu kinerja sistem pengereman utama, terutama saat menghadapi lintasan menurun yang panjang atau ekstrem.
Penggunaan engine brake bertujuan untuk meminimalisir risiko panas berlebih pada komponen rem yang dapat memicu terjadinya kegagalan fungsi atau rem blong. Dilansir dari Medcom, terdapat perbedaan karakter yang signifikan antara mesin manual dan matic saat teknik ini diaplikasikan untuk menahan laju kendaraan.
Pada kendaraan bertransmisi manual, efek engine brake cenderung terasa lebih kuat dan agresif karena pengemudi memiliki kontrol penuh untuk menurunkan gigi secara bertahap. Ketika posisi gigi diturunkan ke level lebih rendah, putaran mesin akan meningkat secara spontan sehingga menciptakan daya hambat yang lebih responsif.
Sebaliknya, mobil dengan transmisi otomatis bekerja dengan karakter yang lebih halus karena seluruh proses perpindahan gigi diatur oleh sistem komputer transmisi. Penurunan gigi pada mobil matic berlangsung secara otomatis berdasarkan kalkulasi putaran mesin dan bukaan gas, sehingga efek pengeremannya tidak sekuat mobil manual.
Pengguna mobil matic disarankan untuk memindahkan tuas transmisi secara manual dari posisi D ke posisi yang lebih rendah seperti D3, D2, hingga L (Low) guna memaksimalkan efek deselerasi. Selain itu, jika kendaraan dilengkapi dengan fitur Overdrive (OD), pengemudi sebaiknya menonaktifkan fitur tersebut saat sedang melakukan engine brake.
Langkah penggunaan pada mobil manual dimulai dengan melepaskan pedal gas sepenuhnya, kemudian menurunkan posisi gigi satu per satu sambil melepas kopling secara perlahan. Pengemudi diingatkan untuk tidak menurunkan gigi terlalu drastis guna menghindari lonjakan putaran mesin yang berisiko merusak komponen transmisi.
Selain efektif digunakan pada jalanan menurun, teknik engine brake juga bermanfaat untuk menjaga keawetan komponen rem saat mobil membawa muatan berat, melintasi jalan licin akibat hujan, maupun dalam kondisi lalu lintas stop and go. Penerapan teknik yang benar akan secara signifikan mengurangi beban kerja pedal rem utama.