PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menyatakan kesiapannya dalam menjaga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama periode libur panjang Lebaran 2026. Roberth M.V. Dumatubun, Corporate Secretary PPN, menjelaskan bahwa operasional kilang yang terintegrasi dalam Pertamina Group akan tetap berjalan.
Konsumsi bensin dan avtur diprediksi akan mengalami peningkatan selama periode tersebut.
Roberth menjelaskan dalam keterangan tertulisnya pada Senin (9/3/2026), "Semua unit kilang yang dikelola oleh PPN dipastikan akan tetap beroperasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kilang akan melakukan pengawalan ketat untuk memastikan produksi LPG dan 3 BBM utama yang diperlukan masyarakat yaitu gasoline, gasoil dan avtur tercapai."
Sebagai bagian dari rantai pasok ketahanan energi Indonesia, Roberth menambahkan, kilang memiliki peran penting dalam mengolah minyak mentah menjadi produk BBM dan non BBM. Mata rantai ini sangat penting sebagai penjaga stok LPG dan BBM di seluruh Indonesia.
Roberth melanjutkan, tugas utama kilang adalah beroperasi dan memproduksi BBM dan non BBM sesuai rencana. KPI memiliki enam kilang, dan masing-masing kilang membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawal produksi sesuai target.
Menghadapi Ramadan & Idul Fitri 2026, kilang akan terus melakukan persiapan. Persiapan ini meliputi penerapan aspek Health Safety Security & Environment (HSSE), ketersediaan bahan baku minyak mentah, pengaturan sumber daya manusia, dan material *fast moving*.
Selain itu, koordinasi dengan pemangku kepentingan lain dan memastikan produk BBM dan non BBM dapat diterima di titik serah juga menjadi fokus.
Roberth menambahkan, kilang didukung oleh sistem pelaporan *real-time*. Satgas terus memantau keandalan kilang, dengan langkah mitigasi yang cepat, terukur, dan terdokumentasi. BPH Migas juga melakukan pemantauan dengan kunjungan ke Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai, kata Roberth.