Industri asuransi umum nasional mencatatkan total perolehan premi sekitar Rp 120 triliun sepanjang tahun 2025 atau meningkat sebesar 2,7 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Data capaian kinerja ini dilaporkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada rilis resmi awal tahun ini sebagaimana dilansir dari Detik Finance, Minggu (10/5/2026).
Meskipun mengalami pertumbuhan secara nilai, tingkat penetrasi asuransi umum terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dilaporkan masih tertahan pada kisaran 0,5 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa adopsi layanan proteksi di masyarakat Indonesia belum mencapai titik optimal hingga kuartal pertama 2026.
Platform marketplace asuransi digital ZenInsure mencatat adanya perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif dalam mengevaluasi produk perlindungan. Data internal menunjukkan bahwa empat dari lima pengguna cenderung membandingkan lebih dari satu penawaran polis sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.
Faktor harga premi tetap menjadi pertimbangan utama bagi nasabah, yang kemudian diikuti oleh kualitas cakupan perlindungan serta kemudahan proses klaim. Konsumen juga mulai menitikberatkan pada aspek praktis seperti ketersediaan jaringan rumah sakit mitra, bengkel rekanan, dan kecepatan penerbitan polis secara digital.
"Sejak awal, kami melihat bahwa yang dibutuhkan pengguna bukan hanya banyaknya pilihan, tapi juga kemudahan dalam memahami informasi dan kepastian saat klaim. Hal ini mendorong pertumbuhan bisnis ZenInsure lebih dari 3 kali lipat di Q1 2026 dibanding tahun sebelumnya," kata I Ketut Adi Putra Kusnadi, Country Head ZenInsure Indonesia.
Pada segmen asuransi kesehatan, industri menghadapi tantangan signifikan berupa inflasi medis yang menyentuh angka 13,6 persen pada tahun 2025. Kenaikan biaya medis ini berdampak langsung pada penyesuaian harga premi bagi konsumen korporasi maupun individu yang mencari layanan proteksi kesehatan.
Presiden Direktur Asuransi Reliance Indonesia, Pepe Arinata, mengungkapkan bahwa konsumen saat ini lebih memperhatikan nilai manfaat dibandingkan sekadar harga. Pihaknya kini mulai mengembangkan solusi preventif seperti program kesehatan (wellness) sebagai bagian dari manfaat tambahan bagi karyawan perusahaan.
Sementara itu, asuransi kendaraan mencatatkan pertumbuhan signifikan terutama pada unit kendaraan listrik (EV) di ZenInsure yang melonjak lima kali lipat secara tahunan pada Q1 2026. Angka pertumbuhan proteksi kendaraan listrik ini melampaui pertumbuhan penjualan unit kendaraan yang dicatat oleh Gaikindo dalam periode yang sama.
Senior Executive Vice President Zurich Asuransi Indonesia, Sukma Darman, menegaskan pentingnya inovasi produk untuk merespons diversifikasi kebutuhan nasabah. Menurutnya, kolaborasi dengan marketplace digital membantu perusahaan memahami wawasan konsumen guna mengembangkan solusi perlindungan yang lebih relevan bagi berbagai segmen pasar.