Ilmuwan di Universitas Tokyo mengumumkan temuan terkait pergeseran struktur anatomi kepala manusia yang menjadi lebih bulat dalam kurun waktu satu abad terakhir pada awal Mei 2026. Penelitian ini membandingkan data pemindaian kranium masyarakat Jepang era historis dengan manusia modern.
Dilansir dari Detik iNET, tim peneliti menganalisis 56 pemindaian CT tengkorak dari koleksi Museum Universitas Kyoto milik individu yang hidup antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Data tersebut kemudian dikomparasikan dengan 56 tengkorak warga Jepang yang meninggal pada dekade 2020-an.
Hasil pemetaan menggunakan 161 titik acuan anatomis menunjukkan kranium atau tempurung kepala manusia modern telah bergeser dari bentuk oval yang panjang menjadi lebih lebar dan bundar. Selain itu, ditemukan pembesaran pada prosesus mastoideus, yaitu tonjolan tulang di belakang telinga tempat otot leher menempel.
Perubahan morfologi ini terpantau jauh lebih signifikan terjadi pada subjek pria dibandingkan wanita. Tonjolan tulang di dasar tengkorak pria modern tercatat lebih menonjol, yang mengindikasikan adanya perbedaan fisik yang semakin lebar antar gender selama seratus tahun terakhir.
Para ahli menilai kecepatan perubahan ini terlalu singkat untuk dikategorikan sebagai hasil seleksi alam atau evolusi genetika. Tim peneliti meyakini fenomena tersebut merupakan dampak langsung dari peningkatan nutrisi, layanan kesehatan yang lebih baik, dan perubahan beban fisik dalam kehidupan sehari-hari.
"Ada kemungkinan juga perubahan pola makan, seperti konsumsi makanan lunak yang lebih besar dan berkurangnya beban mengunyah sebagai akibatnya, berkontribusi pada modifikasi kerangka wajah dan mandibula," tulis tim penulis studi dalam laporannya.
Studi serupa di Universitas Tennessee pada 2012 terhadap 1.500 tengkorak di Amerika Serikat juga mencatat tren yang mirip, di mana wajah manusia menjadi lebih sempit dan tinggi sejak pertengahan 1800-an. Penelitian tahun 2006 di Inggris bahkan menemukan ruang otak atau kubah kranial membesar sekitar 10 milimeter sejak abad ke-14.