Joan Laporta, presiden Barcelona, mendapat kritikan tajam dari legenda klub, Xavi Hernandez, terkait kegagalan membawa Lionel Messi kembali ke Camp Nou. Xavi menuding Laporta sebagai pihak yang bertanggung jawab atas batalnya kepulangan Messi.
Menurut Xavi, Laporta mengingkari janji yang pernah dibuat kepada Messi. Tiga tahun lalu, Messi dijanjikan kontrak baru, tetapi kemudian tawaran tersebut ditarik. Meski sempat ada spekulasi kembalinya Messi ke Barcelona setelah meninggalkan Paris Saint-Germain, transfer itu tidak pernah terwujud dan Messi justru bergabung dengan Inter Miami CF.
Laporta mengklaim bahwa situasi batas gaji di La Liga menjadi penghalang kembalinya Messi pada tahun 2023. Namun, Xavi membantah pernyataan tersebut. "Presiden juga tidak mengatakan kebenaran dalam hal itu. Leo sebenarnya sudah hampir menandatangani kontrak," kata Xavi, seperti dikutip dari Football Espana, Senin (9/3/2026).
Xavi menjelaskan bahwa setelah memenangkan Piala Dunia FIFA 2022, komunikasi dengan Messi kembali terjalin dan Messi menyatakan keinginannya untuk kembali. Xavi bahkan telah berbicara dengan Laporta mengenai hal ini.
Lebih lanjut, Xavi mengungkapkan bahwa La Liga sebenarnya telah memberikan persetujuan untuk kembalinya Messi. "Presiden mulai menegosiasikan kontrak dengan ayah Leo, tetapi justru presiden yang akhirnya menarik diri dari kesepakatan itu," ujarnya.
Xavi mengungkapkan bahwa Laporta khawatir kembalinya Messi akan memicu perebutan pengaruh di klub. Messi dan keluarganya pun disebut sangat kecewa dengan cara kepergiannya dari Barcelona. "Laporta mengatakan langsung kepada saya bahwa jika Leo kembali, dia akan melawannya dan dia tidak bisa membiarkan itu terjadi," ungkap Xavi.
Xavi juga menambahkan bahwa Messi berhenti menjawab teleponnya karena diberi tahu bahwa kesepakatan itu tidak akan terjadi. Xavi kemudian menghubungi ayah Messi, Jorge Messi, yang menyarankan agar Xavi berbicara langsung dengan presiden klub.
Xavi, yang mendukung Víctor Font dalam pemilihan presiden Barcelona, membantah bahwa pernyataannya bermotif politik. Ia bahkan merasa mungkin tidak akan pernah kembali ke Barcelona. "Mulai sekarang, kepentingan saya hanya mengatakan kebenaran. Leo tidak kembali ke Barca karena presiden tidak menginginkannya, bukan karena La Liga atau karena Jorge Messi meminta lebih banyak uang. Itu tidak benar," tegas Xavi.
Xavi menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berasal dari Laporta dan orang-orang di sekitarnya. Mereka beranggapan bahwa klub tidak mampu dan Messi akan mengganggu kekuasaan yang ada.