Peti Mati Marie Curie Dilapisi Timbal Akibat Radiasi Radioaktif Tinggi

Jenazah ilmuwan Marie Curie ditemukan tersimpan dalam peti mati berlapis timbal setebal 2,5 milimeter karena tingkat radioaktif yang sangat tinggi.

Jenazah ilmuwan perintis radioaktivitas Marie Curie ditemukan tersimpan di dalam peti mati berlapis timbal setebal 2,5 milimeter saat proses pemindahan makam ke Panthéon, Prancis, pada tahun 1995. Langkah perlindungan ekstrem ini dilakukan karena tubuh pemenang Nobel tersebut masih memancarkan tingkat radiasi yang sangat tinggi setelah wafat pada 4 Juli 1934.

Penggunaan lapisan timbal tersebut bertujuan untuk melindungi lingkungan sekitar dari paparan zat radioaktif berbahaya yang terakumulasi selama bertahun-tahun penelitiannya. Dilansir dari Detik iNET, otoritas perlindungan radiasi Prancis sempat mengkhawatirkan adanya residu radiasi yang dapat membahayakan para pekerja selama proses penggalian makam berlangsung.

Meskipun peti luar tampak seperti kayu biasa, tim ahli menemukan lapisan logam tebal di dalamnya yang berhasil menjaga keutuhan jenazah Curie. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuh Curie terawetkan dengan baik dan hanya menunjukkan tingkat kontaminasi partikel alfa serta beta yang relatif kecil.

Kondisi medis yang merenggut nyawa Curie adalah anemia aplastik, sebuah gangguan darah langka yang memicu kegagalan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah baru. Penyakit ini merupakan dampak langsung dari paparan radiasi berkepanjangan tanpa perlindungan memadai selama ia mengisolasi unsur radium dan polonium.

Curie memulai eksplorasi ilmiahnya pada tahun 1896 setelah terinspirasi oleh temuan Henri Becquerel mengenai garam uranium. Bersama suaminya, Pierre Curie, ia berhasil menemukan dua unsur radioaktif baru pada tahun 1898 yang membawa mereka meraih Hadiah Nobel Fisika pada 1903.

Dedikasi terhadap ilmu pengetahuan terus berlanjut hingga Curie meraih Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1911 atas keberhasilannya mengisolasi radium murni. Pencapaian ini menjadikannya satu-satunya perempuan yang memenangkan penghargaan bergengsi tersebut di dua bidang ilmu yang berbeda.

Hingga saat ini, benda-benda peninggalan Curie seperti furnitur, pakaian, hingga catatan laboratorium masih disimpan dalam kotak berlapis timbal di Bibliothèque National, Paris. Pengunjung yang ingin mengakses dokumen sejarah tersebut diwajibkan mengenakan pakaian pelindung khusus guna menghindari paparan radium-226 yang diperkirakan akan tetap aktif selama ratusan tahun ke depan.

Recommended