Phapros Raih Laba Bersih Rp 27,44 Miliar di Tahun 2025

PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 27,44 miliar sepanjang 2025, membalikkan kerugian tahun sebelumnya.

PT Phapros Tbk (PEHA) berhasil membukukan laba bersih yang signifikan sebesar Rp 27,44 miliar sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Pencapaian ini menandai pembalikan kinerja dari kerugian Rp 290,63 miliar pada tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan sebesar 109%. Angka laba 2025 juga melampaui capaian 2023 yang hanya Rp 6,01 miliar.

Perusahaan farmasi ini mencatatkan peningkatan penjualan yang substansial, mencapai Rp 940,88 miliar di tahun 2025. Angka tersebut naik 26,34% secara tahunan, didorong oleh pertumbuhan di seluruh segmen produk. Segmen obat bebas (OTC) melonjak 43,20%, obat generik berlogo (OGB) naik 13,95%, dan segmen etikal bertumbuh 54,94%.

Kinerja positif ini juga didukung oleh upaya efisiensi dalam operasional perusahaan. Beban pokok penjualan (COGS) berhasil ditekan 5,41% menjadi Rp 448,37 miliar dari Rp 474,03 miliar. Demikian pula, beban usaha mengalami penurunan 14,64% menjadi Rp 406,43 miliar dari Rp 476,12 miliar pada tahun 2024.

Plt Direktur Utama Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, menjelaskan bahwa perbaikan kinerja ini merupakan hasil dari serangkaian langkah strategis internal. Penataan portofolio produk serta efisiensi biaya menjadi faktor kunci dalam mencapai profitabilitas. Hal ini dilansir dari Detik Finance.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari lima strategi perbaikan kinerja yang secara konsisten dijalankan oleh perusahaan. Perbaikan fundamental bisnis telah mendorong pertumbuhan penjualan semua segmen sehingga berhasil mengembalikan profitabilitas perusahaan yang berkelanjutan,” kata Ida Rahmi Kurniasih pada Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan bahwa perbaikan kinerja juga didorong oleh disiplin dalam perencanaan penjualan dan operasi, peningkatan tim pemasaran, serta penataan kerja sama distributor. Langkah-langkah ini, menurut Ida, secara kolektif meningkatkan penjualan di seluruh segmen dan memperkuat fundamental bisnis dari kondisi merugi menjadi untung.

Efisiensi operasional Phapros semakin terlihat dari rasio COGS terhadap penjualan yang turun menjadi 47,65% dari 63,65% di tahun 2024. Perusahaan juga berhasil memangkas biaya pemasaran dan distribusi sebesar 27,8% secara tahunan.

Dari aspek neraca, liabilitas Phapros menurun 7,45% menjadi Rp 959,70 miliar dari Rp 1.036,92 miliar. Sementara itu, ekuitas perusahaan mengalami peningkatan 8,74%, menjadi Rp 427,47 miliar dari Rp 393,12 miliar.

Perusahaan mencatat arus kas operasi yang positif sebesar Rp 123,75 miliar, dengan saldo kas akhir tahun mencapai Rp 120,98 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan 31,49% dari Rp 92 miliar pada periode sebelumnya. Ida menyebut inovasi produk, termasuk dari segmen obat program pemerintah, turut menopang kinerja penjualan.

“Kami optimistis kinerja keuangan tahun 2025 menjadi pijakan yang bagus untuk memperkuat kinerja keuangan dan profitabilitas yang berkelanjutan ke depannya. Phapros berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis dan portofolio produk serta melakukan strategi transformasi baik di aspek core business maupun supporting,” ujar Ida.

Phapros akan terus mendorong inovasi, digitalisasi, dan efisiensi di berbagai aspek internal. Tujuannya adalah untuk memastikan perusahaan dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang menjadi pelanggan setia.

Recommended