Bulan Ramadan dimanfaatkan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja. Kegiatan buka puasa bersama bertajuk “The Light of Ramadan: One Heart, One Harmony” diadakan di Centennial Tower, Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh Komisaris, Direksi, serta seluruh pegawai PLN EPI. Tausiyah inspiratif disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nur Maulana, atau Ustadz Maulana, yang dikenal dengan gaya penyampaiannya yang komunikatif.
Komisaris Utama PLN EPI, Nikson Silalahi, menyampaikan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperdalam nilai spiritual dan memperkuat harmoni dalam lingkungan kerja. Nikson berharap seluruh insan PLN EPI semakin solid, menjaga integritas, serta memperkuat harmoni dalam setiap langkah dan tanggung jawab pekerjaan.
“Ramadan mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengendalian diri, dan kepedulian. Melalui kebersamaan ini, saya berharap seluruh insan PLN EPI semakin solid, menjaga integritas, serta memperkuat harmoni dalam setiap langkah dan tanggung jawab pekerjaan,” ujar Nikson dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Maret 2026.
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, juga menekankan bahwa soliditas dan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja perusahaan yang berkelanjutan. Rakhmad mengapresiasi dedikasi seluruh insan PLN EPI dan berharap semangat Ramadan menjadi energi positif untuk terus meningkatkan solidaritas, kolaborasi, dan komitmen dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dalam ceramahnya, Ustadz Maulana menekankan sepuluh amalan utama Ramadan. Amalan tersebut mencakup memperbanyak membaca Al-Qur’an, menunaikan salat sunnah tarawih, meningkatkan sedekah, memperbanyak doa dan zikir, serta melaksanakan iktikaf di masjid.
Selain itu, Ustadz Maulana juga mengingatkan pentingnya menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, menjaga lisan dan perbuatan, memberi makan orang yang berbuka, serta memperbanyak taubat dan istighfar sebagai bentuk kembali kepada Allah SWT. Ia mengajak seluruh hadirin untuk bersungguh-sungguh meraih Lailatul Qadar.
“Ramadan adalah bulan latihan integritas. Jika kita mampu menjaga lisan, menjaga hati, dan memperbanyak amal di bulan ini, maka insyaAllah nilai itu akan terbawa dalam kehidupan dan pekerjaan kita,” ujar Ustadz Maulana.