Manajemen PSS Sleman menyampaikan permohonan maaf resmi kepada para pendukungnya pada Kamis (7/5/2026) setelah tiket pertandingan final melawan Garudayaksa FC habis terjual hanya dalam waktu 30 menit. Laga puncak tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Lonjakan trafik yang sangat besar menjadi alasan utama kendala dalam proses pembelian tiket secara daring. Dilansir dari Bola, Panitia Pelaksana (Panpel) PSS Sleman menyediakan total 16 ribu lembar tiket untuk partai penentuan juara tersebut.
Pihak klub mengakui adanya kekecewaan dari suporter yang gagal mendapatkan akses masuk ke stadion. Tingginya minat masyarakat Sleman menyebabkan sistem pemesanan mengalami beban kerja yang berat sejak dibuka.
"Terkait penjualan tiket laga final PSS Sleman yang dinyatakan sold out dalam kurang lebih 30 menit, kami memahami tingginya antusiasme dan kekecewaan sebagian suporter yang belum berhasil mendapatkan tiket," tulis pernyataan resmi manajemen PSS Sleman.
Data sistem menunjukkan antrean pembeli sempat menyentuh angka 64 ribu pengguna. Selain itu, terdapat sekitar 9 ribu pengguna aktif secara bersamaan di situs resmi dengan penambahan trafik mencapai 2.500 pengguna baru setiap menitnya.
Lonjakan akses ini memicu sistem keamanan Cloudflare untuk terus menyesuaikan estimasi waktu tunggu secara otomatis. Manajemen menjelaskan bahwa perubahan waktu tunggu tersebut merupakan kalkulasi ulang kecepatan transaksi, bukan tanda posisi antrean disalip oleh pengguna lain.
Untuk meredam kekecewaan, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyiapkan sejumlah titik nonton bareng (nobar). Wakil Bupati Sleman dalam rapat koordinasi menginstruksikan pembentukan lokasi nobar di Lapangan Pemda dan tiap wilayah Kepanewon.
Langkah penyediaan titik nobar ini diambil demi menjaga kondusivitas wilayah selama pertandingan berlangsung. Manajemen berharap suporter yang tidak memiliki tiket tetap dapat memberikan dukungan bagi tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut dari lokasi-lokasi yang telah disediakan.