PLN Indonesia Power Dukung Target PLTS 100 GW di Solartech 2026

PLN Indonesia Power berpartisipasi dalam Solartech Indonesia 2026 untuk mendukung target pembangunan PLTS 100 GW guna mencapai Net Zero Emission 2060.

PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menyatakan dukungan terhadap target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW) dalam ajang Solartech Indonesia 2026 yang berlangsung pada 22 hingga 24 April 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Keterlibatan anak usaha PLN ini bertujuan untuk mengakselerasi transisi energi bersih di Indonesia sebagaimana dilaporkan oleh Medcom. Pameran yang diinisiasi oleh GEM Indonesia tersebut menjadi salah satu forum energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menjelaskan bahwa partisipasi korporasi merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem energi hijau. Perusahaan mengerahkan unit usahanya seperti PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services.

"Partisipasi PLN Indonesia Power dalam event ini menjadi bukti nyata komitmen korporasi dalam mendukung ekosistem transisi energi," ujar Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power.

Bernadus menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan energi bersih serta mendukung pencapaian Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) melalui pengembangan infrastruktur PLTS di seluruh wilayah Indonesia.

Presiden Direktur GEM Indonesia Baki Lee menilai pameran internasional ini memiliki posisi strategis untuk memperkuat industri kelistrikan nasional. Forum tersebut diharapkan menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan sektor energi ramah lingkungan di kawasan regional.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru. Kebijakan ini akan diselaraskan dengan visi Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Sekretaris Direktur Jenderal Gakkum Kementerian ESDM Sahid Junaidi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target pembangunan PLTS 100 GW dalam kurun waktu 2026 hingga 2028. Hal ini dilakukan demi memperkuat ketahanan energi nasional.

Pemanfaatan energi surya, termasuk pengembangan panel surya atap (rooftop solar PV), dipandang sebagai potensi terbesar di antara sumber energi baru terbarukan lainnya. Pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan swasembada energi bersih.

Recommended