Dewan Komisaris PT PLN (Persero) bersama Komite Audit melaksanakan pengecekan fisik aset di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Bekasi pada Jumat, 8 Mei 2026. Peninjauan lapangan ini bertujuan memperkuat tata kelola dan memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional melalui penghapusbukuan aset tetap tidak beroperasi.
Langkah pengawasan aktif ini dilakukan untuk memverifikasi kesesuaian antara data administrasi dengan kondisi aktual di lapangan, sebagaimana dilansir dari Medcom. Proses ini mencakup evaluasi terhadap aset Batch 1 Tahun 2026 yang diusulkan untuk dihapusbukukan demi mendukung efisiensi operasional perusahaan.
Optimalisasi aset tersebut diharapkan mampu mendorong PLN untuk lebih fokus mengalokasikan sumber daya pada penguatan infrastruktur. Hal ini mencakup peningkatan keandalan sistem transmisi serta percepatan layanan kelistrikan yang lebih aman bagi para pelanggan di seluruh Indonesia.
Manager Unit Pelaksana Transmisi Pulogadung, Rizal Pahlevi, menjelaskan bahwa pengelolaan aset yang akuntabel merupakan pilar utama dalam menjaga keberlangsungan operasional tenaga listrik. Fokus utama dari kebijakan ini adalah memastikan sistem tetap prima dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Setiap proses pengelolaan aset di PLN bukan hanya tentang administrasi perusahaan, tetapi juga tentang memastikan sistem kelistrikan yang menopang aktivitas masyarakat tetap berjalan optimal, andal, dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Rizal Pahlevi, Manager Unit Pelaksana Transmisi Pulogadung.
General Manager PT PLN (Persero) UIT JBB, Himmel Sihombing, menambahkan bahwa penguatan tata kelola ini merupakan bagian dari transformasi PLN menjadi perusahaan energi modern. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan setiap aset memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan sistem ketenagalistrikan nasional.
Melalui koordinasi antara Dewan Komisaris, manajemen, dan unit pelaksana, perusahaan berkomitmen meningkatkan transparansi bisnis. Upaya ini dilakukan secara profesional guna memberikan pelayanan terbaik serta mendukung kebutuhan energi untuk pembangunan nasional secara berkelanjutan.