Seorang siswi sekolah dasar (SD) jatuh dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan, Denpasar, Bali, setelah melakukan aksi melompat pada Kamis (23/4/2026). Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya yang menggunakan latar musik dari sebuah game populer beredar luas di media sosial.
Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami motif di balik tindakan tersebut melalui proses penyelidikan digital forensik. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Medcom, korban diketahui masih dalam masa pemulihan di rumah sakit sehingga belum bisa dimintai keterangan secara langsung oleh penyidik.
Iptu Azel menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban menggunakan lagu berjudul "My Time" karya Bo En sebagai pengiring video sebelum kejadian. "Sampai saat ini kami belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap korban, mengingat korban masih dalam masa pemulihan dan masih shock akibat kejadian," kata Iptu Azel, dilansir dari Tribun Bali.
Terkait spekulasi warganet yang menghubungkan kejadian ini dengan konten game psikologis Omori, para ahli mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Game tersebut memang memiliki alur cerita tentang trauma dan memiliki adegan serupa pada salah satu akhir ceritanya yang diiringi lagu yang sama.
Psikolog Wangsa Ayu Vidya Loka menyatakan bahwa tindakan ekstrem pada anak sering kali dipicu oleh kontrol impuls yang belum stabil. Menurutnya, anak-anak bisa melakukan tindakan berbahaya karena dorongan sesaat atau keinginan untuk mencoba sesuatu yang mereka lihat tanpa memahami konsekuensi sepenuhnya.
"Dalam situasi tertentu, anak bisa melakukan tindakan ekstrem bukan karena benar-benar ingin mengakhiri hidup, tetapi karena dorongan sesaat, keinginan mencoba, mencari perhatian, atau mengikuti sesuatu yang dilihat," ujar Wangsa Ayu Vidya Loka, dikutip dari detik.com.
Penyidik masih menunggu kondisi psikologis korban stabil sebelum melanjutkan proses pengambilan berita acara pemeriksaan. Hingga saat ini, pengawasan terhadap konsumsi konten digital pada anak menjadi imbauan utama bagi para orang tua di wilayah tersebut.