Harga emas dunia diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 16 April 2026, seiring dengan bertahannya posisi logam mulia ini di atas indikator pendukung teknikal yang kuat. Kondisi pasar saat ini mencerminkan struktur tren naik yang masih valid di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe harian menunjukkan tren positif yang tetap terjaga. Dilansir dari Medcom, harga emas mampu bertahan di atas indikator Moving Average (MA) 21 dan 34 yang berperan sebagai support dinamis.
"Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa struktur tren naik masih valid dan belum menunjukkan pelemahan signifikan," kata Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures. Ia menambahkan bahwa selama harga berada di atas area tersebut, peluang kenaikan lanjutan bagi investor masih terbuka lebar.
Dalam proyeksi jangka pendek, komoditas ini diperkirakan akan menguji level resistance terdekat pada kisaran 4.868. Jika penembusan level tersebut terjadi secara meyakinkan, ruang penguatan bagi harga emas dunia akan semakin terbuka bagi pelaku pasar.
Target penguatan berikutnya diprediksi dapat menyentuh level psikologis 5.005 apabila momentum kenaikan terus berlanjut. Indikator stochastic saat ini menunjukkan pergerakan ke atas dan berpotensi memasuki area jenuh beli (overbought), yang menandakan kekuatan momentum saat ini.
Dari sisi fundamental, lonjakan minat terhadap aset aman (safe haven) dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko perlambatan ekonomi. Faktor-faktor tersebut mendorong pelaku pasar untuk mengalihkan aset mereka guna menghindari volatilitas pasar keuangan yang tinggi.
Kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung dovish juga memberikan katalis positif terhadap daya tarik emas. Ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif membuat nilai tukar dolar Amerika Serikat tertekan.
Pelemahan dolar secara langsung memberikan ruang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi karena hubungan terbalik antara keduanya. Selain itu, aksi akumulasi cadangan emas oleh berbagai bank sentral global turut memperkokoh fondasi kenaikan harga dalam jangka panjang.