Badan kelautan dan atmosfer global memprediksi pembentukan fenomena Super El Nino yang kuat mulai Mei 2026, yang berpotensi memicu lonjakan suhu ekstrem serta gangguan cuaca di berbagai belahan dunia. Prakiraan terbaru ini menunjukkan peningkatan signifikan pada suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator dalam beberapa bulan ke depan.
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) bersama European Center for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) melaporkan adanya peningkatan suhu air yang melampaui kondisi normal sejak pertengahan April 2026. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, para peramal cuaca memperkirakan pola iklim alami ini dapat bertahan secara berkelanjutan hingga akhir tahun 2026.
Data dari pusat prakiraan cuaca Eropa mengindikasikan suhu permukaan laut di bagian tengah Samudra Pasifik ekuator berpotensi mencapai 3 derajat Celcius di atas rata-rata pada musim gugur mendatang. Kondisi ini secara teknis diklasifikasikan sebagai "super El Nino" karena suhu air melampaui ambang batas 2 derajat Celcius di atas normal.
Fenomena El Nino ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut yang tidak biasa di wilayah Pasifik, yang sering kali memperparah dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Peningkatan suhu ini memengaruhi sirkulasi atmosfer global yang memicu kekeringan di satu wilayah dan banjir di wilayah lainnya.
Dampak spesifik diprediksi akan terjadi di wilayah Amerika Serikat bagian barat yang cenderung mengalami kenaikan suhu dan kelembapan, sementara bagian selatan negara tersebut menghadapi risiko kekeringan. Sebaliknya, wilayah Asia Tengah, Asia Selatan, dan sebagian Timur Tengah diperkirakan akan mengalami curah hujan yang jauh lebih tinggi dari rata-rata tahunan.
Para ilmuwan iklim memberikan peringatan bahwa jika intensitas Super El Nino ini terus meningkat hingga tahun depan, maka suhu global pada tahun 2027 dapat melonjak hingga memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Catatan sejarah pada tahun 2015 menunjukkan peristiwa serupa menyebabkan kekeringan parah di Etiopia dan memicu 16 siklon tropis di kawasan Pasifik.
"Super El Nino adalah El Nino yang sangat kuat, dan didefinisikan oleh suhu air yang setidaknya 2 derajat Celcius di atas rata-rata di Samudra Pasifik," tulis laporan NBC yang dikutip melalui saluran informasi tersebut. Saat ini, pemantauan intensif terus dilakukan terhadap pergerakan suhu air laut guna memitigasi dampak bencana alam yang mungkin timbul akibat anomali cuaca tersebut.