Ratusan anak mendapatkan pelatihan sepak bola langsung dari pelatih kepala Bojan Hodak dan sejumlah pemain bintang dalam rangkaian Persib Day Festival di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Minggu (26/4/2026).
Dilansir dari Bola, para peserta mendapatkan materi teknik dasar seperti passing dan dribbling serta berkesempatan melakukan simulasi pertandingan di lapangan. Selain Bojan Hodak, pemain senior seperti Beckham Putra Nugraha, Achmad Jufriyanto, Dedi Kusnandar, hingga Adam Przybek turut turun tangan memberikan arahan.
Kehadiran mantan pemain yang kini menjadi pelatih akademi, Tantan dan Budiman Yunus, memperkuat sesi latihan tersebut dengan penekanan pada aspek disiplin serta sportivitas. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak melalui interaksi langsung dengan idola mereka.
Selain aktivitas di lapangan, panitia menyelenggarakan program stadium tour yang memungkinkan para peserta melihat fasilitas internal stadion. Momen paling menarik bagi peserta adalah saat memasuki ruang ganti pemain yang biasanya tertutup untuk umum.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menekankan pentingnya membangun kedekatan anak-anak dengan dunia sepak bola sejak usia dini untuk membentuk karakter positif. Ia mengingatkan bahwa perjalanan menjadi pemain profesional memerlukan komitmen yang selaras dengan pendidikan formal.
"Mereka semua mungkin punya jalan yang berbeda, ada yang menjadi pemain, ada juga yang menjadi pendukung. Tapi yang terpenting, mereka tumbuh dengan hal-hal positif. Sepak bola bisa menjadi salah satu jalannya," kata Bojan Hodak.
Penyelenggaraan festival ini juga melibatkan komunitas melalui berbagai aktivitas pendukung seperti gerai cendera mata resmi dan kuliner lokal. Acara ini menjadi ruang bagi manajemen klub untuk memperkuat ekosistem sepak bola yang berbasis pada keterlibatan keluarga dan Bobotoh.
Sebelumnya, suasana kondusif juga terlihat di Stadion GBLA pada Jumat (24/4/2026) saat pendukung Persib dan Arema FC duduk berdampingan dalam satu tribun tanpa insiden. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya klub dalam mengedukasi generasi masa depan mengenai nilai-nilai damai dalam rivalitas olahraga.