Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan diplomatik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin pada Selasa (13/4/2026) guna membahas rencana pembelian produk minyak bumi secara langsung. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah Indonesia dalam mengamankan pasokan energi nasional melalui kerja sama ekonomi yang lebih erat.
Indonesia dilaporkan telah mengajukan permintaan resmi terkait pasokan produk minyak bumi tersebut kepada pemerintah Rusia. Dilansir dari Detik Finance, agenda ini menjadi fokus utama kunjungan kerja kepresidenan dalam rangka memperkuat ketahanan energi domestik.
Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti permintaan tersebut. Saat ini, kedua negara sedang menyusun draf kontrak jangka panjang yang mencakup pengaturan harga agar tetap terjangkau dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.
"Kami sekarang sedang bekerja serius untuk menyusun kontrak jangka panjang dengan harga yang saling menguntungkan," ujar Sergey Tsivilyov, Menteri Energi Rusia sebagaimana dikutip dari kantor berita TASS. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini bersifat sistemik dengan pengaturan durasi yang lama.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Selain itu, hadir pula Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di markas besar pemerintahan Rusia.
Upaya perburuan pasokan energi ke luar negeri ini sebelumnya telah ditegaskan Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan pada Rabu (8/4/2026). Ia menyatakan bahwa intensitas kunjungannya ke mancanegara merupakan tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan minyak bagi rakyat Indonesia.
"Saudara-saudara untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi berbagai kritik masyarakat mengenai frekuensi perjalanan dinas luar negerinya sejak menjabat pada akhir 2024.
Sebelum menuju Rusia, Prabowo juga telah mengamankan komitmen dukungan dari pemerintah Jepang untuk meningkatkan produksi energi nasional. Pemerintah berencana melanjutkan langkah serupa ke negara-negara lain untuk memastikan stabilitas stok BBM di dalam negeri tetap terjaga.