Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan, meskipun ada krisis di Timur Tengah dan upaya efisiensi anggaran pemerintah. Program MBG menjadi prioritas Prabowo dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Program ini bertujuan memberikan makanan bergizi secara gratis setiap hari kepada anak sekolah, balita, serta ibu hamil. Selain itu, setiap Dapur Umum MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan dapat memacu perekonomian melalui rantai pasokan makanan di setiap daerah.
Meskipun ada konflik di Timur Tengah, Prabowo memilih mencari cara lain untuk berhemat daripada menghentikan program MBG. Ia meyakini bahwa program ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Indonesia.
"Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak. Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat," kata Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat beberapa waktu lalu, dikutip Selasa (24/3/2026).
Alasan lain Prabowo melanjutkan program ini adalah karena masih tingginya angka stunting pada anak-anak Indonesia. Ia sering menemukan anak-anak berusia belasan tahun dengan kondisi fisik seperti anak berusia 4 tahun saat berkampanye di desa-desa terpencil.
Menurut Prabowo, anggaran negara sebaiknya digunakan untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak yang mengalami stunting daripada untuk hal lain, apalagi jika sampai dikorupsi.
"Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda nggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak 'umurmu berapa?' 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," papar Prabowo.
Prabowo juga menekankan bahwa MBG adalah langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Ia meyakini bahwa masih banyak bidang lain yang bisa diefisienkan anggarannya di tengah krisis akibat konflik Timur Tengah.
"Jadi, this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi, masih banyak penghematan lain yang riil yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya," sebut Prabowo.
Dari sisi ekonomi, Prabowo mengklaim bahwa MBG akan berdampak besar pada perputaran uang di masyarakat. Lembaga internasional, termasuk Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB, telah membuktikan hal ini.
Lembaga-lembaga tersebut meyakinkan Prabowo bahwa MBG adalah investasi terbaik yang dapat dilakukan Indonesia. Berdasarkan kajian mereka, MBG dapat menghasilkan perputaran uang yang berlipat ganda.
Setiap US$ 1 yang dikeluarkan untuk MBG diyakini dapat memutar uang di masyarakat hingga US$ 7 dalam waktu dekat. Dalam jangka panjang, perputaran uangnya bisa mencapai lima kali lipat atau US$ 35.
"Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, 'This is the best investment, Mr. President, you have made the best'. Do you know why? Karena setiap US$ 1 di-spend di MBG the return is between US$ 7-35, in the long run US$ 35, in the short run US$ 7," jelas Prabowo.
Prabowo menargetkan akan ada 30 ribu SPPG dalam program MBG. Berdasarkan perhitungannya, setiap Dapur Umum MBG akan mempekerjakan 50 orang, sehingga total akan tercipta 1,5 juta lapangan kerja.
"Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi, itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja," tambah Prabowo.
Prabowo mengakui bahwa beberapa Dapur Umum memang melakukan pelanggaran. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tegas telah diambil, dengan lebih dari 1.000 SPPG ditutup.
"Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1.000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan," tegas Prabowo.