Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 menjadi perhatian publik, terutama setelah tahun 2025 tanpa adanya perekrutan. Meski belum ada pengumuman resmi, pemetaan formasi dan persiapan dini menjadi langkah penting.
Meskipun Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) belum mengumumkan secara resmi mengenai CPNS 2026, peluang rekrutmen tetap terbuka.
Menteri PANRB, Rini Widyanti, mengisyaratkan kebutuhan akan lulusan baru dalam rekrutmen CPNS mendatang, namun fokus saat ini masih pada penyelesaian masalah tenaga honorer. Rini menyampaikan harapannya agar dapat fokus pada para fresh graduate untuk ikut serta dalam birokrasi, pada Kamis, 17 Desember 2025.
Prioritas pemerintah saat ini adalah menyelesaikan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tahun 2024. Pembahasan kuota dan mekanisme CPNS 2026 akan dilakukan setelahnya.
Kebijakan formasi ASN tahun depan akan berpedoman pada zero growth dan minus growth, seperti yang tercantum dalam Buku Nota Keuangan II Tahun 2026. Ini menandakan rekrutmen akan dilakukan secara efisien sesuai kebutuhan instansi pemerintah.
Walau belum ada pengumuman resmi, diperkirakan kebutuhan ASN tahun 2026 mencapai ratusan ribu formasi, dengan prioritas pada bidang strategis seperti pendidikan, kesehatan, teknis pelayanan publik, dan administrasi pemerintahan.
Lulusan SMA/SMK juga memiliki peluang melalui formasi teknis non-gelar seperti petugas pemasyarakatan, pengamat gunung api, petugas BMKG, petugas karantina, serta posisi satpam dan layanan publik di tingkat pusat maupun daerah.
Untuk mengukur peluang, ada baiknya jika mulai mempersiapkan diri dan mencari tahu kementerian dengan peluang lolos yang besar.
Kementerian Sepi Peminat (Prediksi CPNS 2026)
Berikut adalah daftar kementerian yang diprediksi sepi peminat pada CPNS 2026, berdasarkan data perekrutan CPNS 2024:
- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK): 65 formasi, 380 pendaftar.
- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB): 61 formasi, 440 pendaftar.
- Sekretariat Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Setjen Komnas HAM): 38 formasi, 459 pendaftar.
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): 500 formasi, 486 pendaftar.
- Sekretariat Jenderal MPR (Setjen MPR): 25 formasi, 505 pendaftar.
- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP): 53 formasi, 842 pendaftar.
- Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Pertahanan Nasional (Setjen WANTANNAS): 64 formasi, 885 pendaftar.
- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT): 194 formasi, 972 pendaftar.
- Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (Setjen Komisi Yudisial): 145 formasi, 1.034 pendaftar.
- Badan Informasi Geospasial (BIG): 82 formasi, 1.184 pendaftar.
Pendaftaran CPNS maupun PPPK nantinya akan dibuka melalui portal sscasn.bkn.go.id. Calon pelamar harus membuat akun SSCASN terlebih dahulu.
Cara Membuat Akun SSCASN Online
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat akun SSCASN:
- Buka laman sscasn.bkn.go.id.
- Pilih menu “Buat Akun”, akan muncul tampilan “Langkah 1: Pengecekan Identitas”.
- Masukkan data sesuai KTP: Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga, Nama Lengkap, Tempat Lahir, dan Tanggal Lahir.
- Ketikkan Nomor Handphone dan Email Pribadi yang aktif.
- Masukkan kode CAPTCHA.
- Klik “Lanjutkan”.
- Setelah klik “Lanjutkan” akan muncul tampilan “Langkah 2: Lengkapi Data”.
- Masukkan e-mail, nama tanpa gelar (sesuai Ijazah), tempat lahir (sesuai KTP), Kab/Kota lahir (sesuai Ijazah), dan Tanggal lahir (sesuai Ijazah.
- Pilih “Jenis Kelamin”.
- Unggah foto scan KTP.
- Unggah swafoto sesuai dengan ketentuan.
- Klik “Lanjutkan” dan akan muncul tampilan “Langkah 3: Pengecekan Ulang Data”.
- Pendaftar harus melakukan pengecekan ulang terhadap data-data yang sudah ada dan dimasukkan.
- Sebelum akhiri proses pendaftaran akun, pelamar akan ditanyakan kembali, apakah data yang diinput sudah sesuai atau belum.
- Jika sudah sesuai, cetak kartu informasi akun.
- Pilih menu “Cetak Informasi Pendaftaran”.
- Setelah mencetak Kartu Informasi Akun, lanjutkan dengan proses “Login Pendaftaran"