Presiden Prabowo Subianto diagendakan meresmikan dua fasilitas pengolahan Liquefied Petroleum Gas (LPG) pada April 2026. Peresmian ini mencakup pabrik LPG di Cilamaya dan Tuban, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas bumi nasional. Demikian disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026), dilansir dari Detik Finance.
Pabrik LPG Cilamaya, yang dioperasikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa, direncanakan mulai beroperasi pada bulan yang sama. Fasilitas ini diperkirakan mampu memproduksi LPG sebesar 163 metrik ton per hari, serta kondensat sebanyak 1.891 barel minyak per hari.
Selain itu, pabrik LPG Tuban juga dijadwalkan akan diresmikan pada April 2026. Pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi gas sebesar 30 metrik ton per hari dan kondensat sekitar 348 barel per hari. Djoko Siswanto juga menyebutkan adanya pabrik mini LNG yang turut diresmikan bersamaan untuk menambah kapasitas produksi.
Djoko Siswanto menambahkan bahwa pada tahun ini, pembangunan pabrik LPG baru di Jambi Merang akan dimulai. Fasilitas ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi gas sebesar 320 metrik ton per hari dan kondensat sekitar 3.700 barel per hari, dengan target operasi pada tahun 2027.
Proyek lainnya adalah pembangunan pabrik LPG di Senoro, yang juga akan segera dimulai. Pabrik Senoro diharapkan dapat memproduksi LPG sebanyak 54 metrik ton per hari dan kondensat sekitar 626 barel minyak per hari. Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas produksi LPG nasional.
SKK Migas juga memiliki rencana untuk memperluas dan membangun tambahan fasilitas LPG di Jawa Timur. Proyek ini ditargetkan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 50 metrik ton per hari. Seluruh inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi domestik.