Produksi Minyak China Sentuh Rekor Tertinggi pada 2025

China berhasil mencatatkan rekor produksi minyak tertinggi pada 2025 berkat pengeboran agresif dan produksi minyak serpih.

China, sebagai importir minyak terbesar di dunia, berhasil meningkatkan produksi minyaknya hingga mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh pengeboran agresif di ladang-ladang minyak yang sudah lama beroperasi, pertumbuhan pesat di sektor lepas pantai, serta pengembangan produksi minyak serpih yang baru.

Menurut laporan Reuters pada Jumat (20/3/2026), para ahli memperkirakan bahwa produksi minyak China akan cenderung stabil selama sepuluh tahun mendatang, dengan angka yang sedikit di bawah rekor tahun 2025, yaitu sekitar 4,32 juta barel per hari (bpd).

Jumlah ini dianggap sebagai "tingkat yang dilihat dalam industri sebagai penstabil keamanan nasional untuk kebutuhan manufaktur dan militer dasar,".

Rencana Beijing untuk periode 2026-2030, yang dirilis pada 5 Maret 2026, mengonfirmasi pandangan tersebut. Pemerintah menargetkan produksi minyak dipertahankan pada angka 4 juta bpd.

Zhu Weilin, seorang profesor di Universitas Tongji Shanghai, menyatakan bahwa ketiga perusahaan minyak nasional berupaya mempertahankan level tersebut selama mungkin, karena jumlah itu dianggap sebagai minimum untuk mengatasi potensi gangguan pasokan yang tidak terduga.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa China mungkin telah mencapai batas kemampuan ekonomisnya dalam meningkatkan produksi minyak. Pertumbuhan di sektor lepas pantai mulai melambat, dan sumber daya non-konvensional yang lebih mahal semakin sulit untuk dieksploitasi.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa China akan tetap sangat bergantung pada impor minyak. Pada tahun 2025, impor minyak negara tersebut mencapai 11,55 juta barel per hari, bahkan dengan adanya elektrifikasi transportasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang telah mengurangi ekspor minyak mentah dari wilayah yang memasok setengah dari impor China, semakin menyoroti perlunya produksi dalam negeri.

Recommended