Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 di Jatinangor pada Rabu, 6 Mei 2026. Dalam seremoni tersebut, Hasbi Ridla Ilahi menjadi lulusan Tuli pertama yang memberikan pidato perwakilan wisudawan di hadapan rektor dan ribuan lulusan lainnya.
Dilansir dari Medcom, Hasbi merupakan lulusan program studi Kearsipan Digital yang berhasil menyelesaikan studinya dengan bantuan aksesibilitas dari Unit Layanan Disabilitas Unpad. Pidatonya disampaikan menggunakan bahasa isyarat yang diinterpretasikan oleh Fransisca Octi untuk mendorong kaum disabilitas melanjutkan pendidikan tinggi.
Hasbi mengungkapkan sempat menghadapi tantangan berat dan hambatan informasi pada awal perkuliahan yang membuatnya ingin menyerah. Namun, penyediaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) baik di dalam maupun di luar kelas oleh pihak kampus membuatnya merasa didukung untuk menuntaskan studi.
"Saya tuli, saya bisa wisuda hari ini, dan saya bangga bisa wisuda bersama teman-teman semua," ujar Hasbi Ridla Ilahi, Wisudawan Tuli Unpad. Ia juga meminta masyarakat dan orang tua untuk terus memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam meraih hak pendidikan yang setara.
Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, melantik total 2.028 wisudawan pada kesempatan tersebut. Arief menegaskan bahwa institusinya mendidik lulusan untuk menjadi pencipta nilai yang mampu memimpin perubahan di tingkat global, bukan sekadar menjadi pencari kerja di dunia industri.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, yang merupakan alumni Hubungan Internasional Unpad. Febrian mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik merupakan amanah moral untuk memperbaiki kondisi sosial dan memperjuangkan kebenaran di masa depan.
Unpad turut memberikan apresiasi kepada sejumlah lulusan terbaik dari berbagai jenjang, mulai dari Program Doktor hingga Sarjana Terapan. Wawan Darmawan dari prodi Hubungan Internasional dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik Program Doktor setelah mempublikasikan artikel di jurnal internasional terindeks Scopus Q1.
Selain prestasi akademik, kategori khusus juga diberikan kepada Alma Lucyati sebagai wisudawan tertua di usia 69 tahun dari Program Doktor Kedokteran. Sementara itu, Jessica Sie dari prodi Ilmu Aktuaria menjadi wisudawan termuda yang lulus pada usia 20 tahun 8 bulan.