Progres Tol Harbour Road II Capai 32,31%, Pembebasan Lahan Masih Jadi Tantangan

Proyek Tol Harbour Road II (HBR II) ruas Ancol Timur-Pluit dengan nilai Rp 5,22 triliun telah mencapai progres fisik 32,31%. Tantangan pembebasan lahan masih dihadapi.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaporkan perkembangan terkini proyek Tol Harbour Road II (HBR II) yang menghubungkan ruas Ancol Timur dan Pluit. Proyek jalan tol senilai Rp 5,22 triliun ini ditargetkan dapat beroperasi secara penuh pada tahun 2027 mendatang, seperti dilansir dari Detik Finance.

Manajer Proyek Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur – Pluit (Harbour Road II), Hari Purnama, mengungkapkan bahwa progres pembangunan fisik yang dikerjakan oleh WIKA telah mencapai 32,31%. Hari Purnama juga menjelaskan bahwa ada dua kontraktor yang menangani proyek ini.

"Nilai kontrak di HBR II nilai kontraknya Rp 5,22 triliun. Saat ini untuk progres yang ditangani oleh WIKA, karena disini ada 2 kontraktor, yang ditangani oleh WIKA saat ini diangka 32,31%," kata Hari di Kantor pembangunan Harbour Road II, Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).

Meskipun demikian, proyek HBR II masih menghadapi kendala signifikan terkait pembebasan lahan. Hari menyatakan bahwa baru sekitar 45% lahan yang diperlukan untuk proyek ini telah dibebaskan.

"Jadi memang salah satu challenge ada di pembebasan lahan. Saat ini pembebasan lahan dilakukan di Kementerian PU dengan BPN. Untuk HBR II ini ditargetkan sisi selatan operasional di tahun ini sambil tentu ada beberapa lahan yang masih perlu proses pembebasan lahan. Jadi ini yang mungkin challenge HBR II ini," terang Hari.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau lokasi proyek dan menyatakan bahwa tol ini akan menjadi solusi efektif untuk mengatasi kemacetan dan memperlancar arus logistik di wilayah utara Jakarta.

"(Tol ini) sepanjang kurang lebih 9,67 km akan menghubungkan Ancol Timur menuju Pluit. Kalau di belakang kita bisa terlihat Tanjung Priok, dermaga, peti kemas yang tentunya padat," ujar AHY dalam keterangan tertulis, Senin (29/9/2025).

Tol layang ini dirancang untuk kecepatan 80 km/jam dengan lebar lajur 3,5 meter. Fasilitas pendukung seperti junction di Ancol Timur dan Pluit, serta ramp penghubung ke Harbour Road I, juga akan tersedia. Target penyelesaian konstruksi adalah 31 Desember 2026, dengan masa pembangunan selama 1.697 hari kalender dan masa pemeliharaan 730 hari.

Menurut AHY, jalur selatan tol diharapkan dapat digunakan pada awal tahun 2026, sementara jalur utara akan menyusul pada tahun 2027.

Recommended