PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) melaporkan pertumbuhan aset sebesar 20 persen hingga mencapai Rp8 triliun pada penutupan tahun buku 2025 di Jakarta. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan posisi aset tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp6,6 triliun.
Kenaikan nilai aset tersebut didukung oleh pengelolaan bisnis yang disiplin serta strategi pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika pasar. Dilansir dari Medcom, perusahaan juga berhasil menyalurkan total klaim santunan sebesar Rp2,2 triliun sepanjang tahun 2025.
Dana klaim tersebut dialokasikan untuk berbagai manfaat perlindungan bagi peserta, meliputi asuransi jiwa, kesehatan, hingga perlindungan penyakit kritis. Penyaluran ini diklaim sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip tolong-menolong atau ta’awun.
Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menyatakan bahwa pihaknya terus berfokus menghadirkan solusi perlindungan yang komprehensif. Upaya ini dilakukan guna merespons kebutuhan keluarga Indonesia yang terus berkembang terhadap proteksi berbasis syariah.
"Perusahaan terus berfokus menghadirkan solusi perlindungan syariah yang relevan dan komprehensif untuk menjawab kebutuhan keluarga Indonesia yang terus berkembang," kata Iskandar Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah.
Dalam memperkuat operasionalnya, perusahaan kini didukung oleh lebih dari 60.000 tenaga pemasar profesional melalui kanal agency. Selain itu, perluasan distribusi juga dilakukan melalui jalur bancassurance lewat kemitraan strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kemitraan dengan BSI memberikan akses proteksi kepada lebih dari 21 juta nasabah di seluruh wilayah Indonesia. Melalui strategi penguatan ekosistem ini, perusahaan berupaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap produk asuransi jiwa syariah.
Atas kinerja kepemimpinan selama periode fluktuatif, Iskandar Ezzahuddin menerima penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards 2026. Penilaian penghargaan tersebut didasarkan pada parameter kompetensi, popularitas, kepribadian, hingga kemampuan kepemimpinan dalam menghadapi krisis.
Manajemen juga menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Program pelatihan konsisten diberikan kepada karyawan dan tenaga pemasar untuk memperkuat budaya kolaborasi dan integritas organisasi.
Ke depannya, Prudential Syariah berencana melakukan pengembangan produk yang lebih spesifik untuk memperkuat ketahanan finansial peserta. Langkah ini ditujukan untuk memperluas kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan industri asuransi syariah nasional secara keseluruhan.