Sony Garap PS6 dengan Fitur Backward Compatibility Dua Generasi

Bocoran dokumen AMD ungkap PlayStation 6 bakal dukung game PS4 dan PS5 sejak peluncuran serta hadirkan varian handheld berkode Canis.

Sony Interactive Entertainment dilaporkan tengah menyiapkan konsol PlayStation 6 (PS6) yang mendukung fitur backward compatibility untuk memainkan gim PlayStation 4 dan PlayStation 5 pada Sabtu, 18 April 2026.

Integrasi lintas generasi ini terungkap melalui bocoran dokumen internal AMD yang disebarkan oleh kanal YouTube Moore’s Law Is Dead. Inisiatif tersebut bertujuan memastikan ribuan judul gim dari dua generasi sebelumnya dapat diakses langsung oleh pengguna saat konsol resmi dirilis.

Dilansir dari Medcom, dokumen teknis tersebut merinci penggunaan arsitektur RDNA5 dari AMD untuk menunjang performa perangkat keras generasi terbaru ini. Pengembangan kompatibilitas tersebut menjadi prioritas utama dalam alur kerja rekayasa perangkat lunak Sony.

Selain kemampuan menjalankan gim lama, PS6 akan tetap mempertahankan dukungan teknologi ray tracing yang lebih optimal. AMD dikabarkan sedang menyempurnakan fitur AI upscaling untuk meningkatkan kualitas visual serta efisiensi pada area chip konsol.

Informasi tersebut juga menyinggung kehadiran perangkat genggam atau handheld dengan nama kode Canis sebagai bagian dari ekosistem PS6. Berbeda dengan pendahulunya, Canis dirancang untuk memiliki kompatibilitas yang sama dengan konsol utama dalam satu lingkungan platform.

Laporan dari situs WCCF Tech menyebutkan bahwa biaya produksi unit pemrosesan (APU) untuk varian handheld ini diperkirakan mencapai USD46,8 atau sekitar Rp750 ribu. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan biaya produksi APU pada PlayStation 5 yang menyentuh angka USD81,5.

Meskipun biaya produksinya lebih murah, efisiensi dan performa perangkat Canis diklaim mampu melampaui kemampuan teknis PS5. Sony diprediksi akan memasarkan varian konsol ini dengan estimasi harga kompetitif di kisaran USD399 atau setara Rp6,3 juta.

Hingga saat ini, optimalisasi jalur pemutaran media berdaya rendah terus dilakukan guna meningkatkan daya tahan baterai pada perangkat handheld tersebut. Fokus pengembangan tetap pada efisiensi ruang chip tanpa mengorbankan kemampuan rendering grafis tingkat tinggi.

Recommended