PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan progres signifikan dalam pembangunan Proyek Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 yang telah mencapai 39,02 persen hingga Rabu (29/4/2026). Capaian tersebut tercatat melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 7,35 persen.
Proyek dengan nilai kontrak Rp782,30 miliar ini merupakan inisiasi Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah. Percepatan pengerjaan ini memperkuat optimisme perusahaan untuk merampungkan fasilitas pendidikan tersebut tepat waktu sesuai jadwal.
Dilansir dari Detik Finance, Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo menyatakan bahwa efektivitas perencanaan menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas pekerjaan di lapangan. Pembangunan ini tersebar di tiga wilayah strategis, yakni Aceh Besar, Bireuen, dan Lhokseumawe.
"Sebagai proyek strategis yang tersebar di tiga wilayah Aceh Besar, Bireuen, dan Lhokseumawe pembangunan mencakup sekitar 23 unit bangunan di setiap lokasi dengan ketinggian 1 hingga 2 lantai," kata Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP.
Skala proyek yang luas menuntut adanya koordinasi lintas wilayah yang terintegrasi serta manajemen distribusi material yang presisi. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan logistik yang berarti.
Guna menjaga akselerasi pembangunan, PTPP menerapkan sejumlah inovasi konstruksi seperti penggunaan bekisting GRC sebagai pengganti batako dan metode rigid pavement. Selain itu, dilakukan substitusi struktur beton bertulang menjadi struktur baja serta pemanfaatan sistem pelacakan distribusi material secara digital.
Inovasi-inovasi tersebut diklaim efektif dalam meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mempercepat durasi penyelesaian proyek di lapangan. Pihak manajemen menegaskan bahwa setiap tahapan tetap mengedepankan kualitas bangunan serta standar keselamatan kerja yang ketat.
Proyek Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 diproyeksikan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui fasilitas pendidikan modern. Keberadaan proyek ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja di sekitar lokasi pembangunan.